Balai Adat Dayak Meratus, Ruang Sakral Sarat Tradisi
- 24 Agt 2026 19:19 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Balai adat masyarakat Dayak Meratus adalah rumah panggung besar yang berfungsi sebagai tempat pelaksanaan perayaan adat dan ritual komunitas.
- Balai adat memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi, solidaritas, dan nilai-nilai budaya masyarakat Dayak Meratus dari generasi ke generasi.
- Akses ke balai adat tidak terbuka untuk sembarang orang, melainkan mengikuti protokol dan aturan adat yang berlaku dalam komunitas Meratus.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Balai adat masyarakat Dayak Meratus merupakan rumah panggung berukuran besar yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan berbagai perayaan adat dan ritual masyarakat. Keberadaan balai adat juga menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi, solidaritas, dan nilai budaya masyarakat Dayak Meratus.
Hal tersebut disampaikan anggota Komunitas Palalah, Erwin, saat dialog Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 22 Agustus 2026. Berdasarkan pengalamannya pada 2022, ia mengatakan tidak sembarang orang dapat memasuki balai adat masyarakat Meratus.
Ketentuan dan tata tertib yang berlaku di area balai adat wajib dipatuhi seluruh warga maupun pengunjung. Saat mengunjungi Balai Adat Bayumbung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Erwin bersama komunitasnya diwajibkan mengikuti seluruh aturan adat yang berlaku.
"Waktu itu saya dan komunitas mengunjungi Balai Adat Bayumbung di Hulu Sungai Selatan dan kami harus mematuhi peraturannya," ujarnya. “Ketika itu kami diajak mengikuti perayaan adat di balai adatnya, tetapi harus sampai selesai, tidak boleh keluar di tengah-tengah acara karena bisa menggagalkan perayaan dan ritual tersebut.”
Selain itu, ia menjelaskan bahwa setiap desa di kawasan Pegunungan Meratus memiliki beragam ritual dan perayaan adat. Meskipun tata cara pelaksanaannya berbeda, seluruh upacara tersebut pada dasarnya memiliki tujuan yang sama.
Ritual adat umumnya bertujuan memohon keselamatan, menolak bala, dan mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen. Kegiatan sakral tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan solidaritas antarmasyarakat Dayak Meratus.
Erwin menyarankan masyarakat yang hendak berkunjung ke balai adat agar didampingi tokoh adat setempat yang telah dikenal. Pendampingan tersebut penting untuk mencegah pendatang melanggar pantangan atau aturan adat secara tidak sengaja.
Ia berharap keberadaan balai adat terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Ia juga berharap ada penelitian khusus yang membahas keberadaan dan nilai budaya balai adat secara lebih mendalam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....