Resep Hemat “Frugal Living ala Simbah”, Bahagia tanpa Berlebihan

  • 21 Agt 2026 09:12 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Hidup hemat adalah prinsip menggunakan uang secara bijak dan mengutamakan kecukupan, bukan pelit atau menolak menikmati kehidupan.
  • Program Ragam Budaya 'Rambung Roso' Pro4 RRI Banjarmasin menghadirkan pembahasan tentang frugal living dari perspektif tradisi Jawa yang masih relevan saat ini.
  • Narasumber Trining Puji Astutik membagikan kebiasaan hidup sederhana yang diwariskan generasi terdahulu sebagai resep hidup bahagia dan hemat.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hidup hemat bukan berarti pelit atau menolak menikmati kehidupan. Prinsip tersebut justru mengajarkan seseorang menggunakan uang secara bijak dan mengutamakan kecukupan.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam siaran Ragam Budaya “Rambung Roso” Pro4 RRI Banjarmasin, Rabu, 19 Agustus 2026, dengan topik “Frugal Living ala Simbah: Resep Hemat dan Bahagia Orang Jawa”. Program tersebut menghadirkan narasumber Trining Puji Astutik yang membahas kebiasaan hidup sederhana yang diwariskan generasi terdahulu dan masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Trining menjelaskan, frugal living memiliki makna hidup hemat sekaligus bersahaja. Menurutnya, gaya hidup tersebut bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi menggunakan uang secara bijak tanpa terkesan pelit.

“Kalau punya uang jangan dihabis-habiskan atau dihambur-hamburkan. Gunakan sesuai kebutuhan dan sisihkan untuk keperluan di masa mendatang,” ujar Trining.

Ia menyebut prinsip hidup sederhana dalam masyarakat Jawa dapat tercermin melalui tiga sikap, yakni gemi, nastiti, dan ngati-ngati. Gemi berkaitan dengan sikap hemat, sedangkan nastiti dan ngati-ngati mengarah pada kecermatan serta kehati-hatian dalam menjalani kehidupan.

Menurut Trining, sikap gemi dapat diterapkan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Seseorang tidak perlu membeli sesuatu secara berlebihan jika barang yang dimiliki masih dapat digunakan.

“Kalau memang kebutuhan kita membeli baju, ya sudah beli satu saja. Selebihnya ditabung,” katanya.

Kebiasaan tersebut juga dapat diarahkan pada pengelolaan keuangan jangka panjang. Trining mencontohkan, uang yang tidak digunakan untuk membeli barang konsumtif dapat disimpan atau dialihkan menjadi sesuatu yang memiliki manfaat lebih panjang.

Frugal living juga menekankan gaya hidup yang mengutamakan kesederhanaan dibandingkan kemewahan. Menurut Trining, seseorang tidak perlu menjadikan kemewahan sebagai ukuran kebahagiaan, termasuk mengikuti kebiasaan pamer atau flexing yang mudah dilakukan melalui media sosial.

Melalui tema tersebut, program “Rambung Roso” mengajak pendengar melihat kembali nasihat generasi terdahulu sebagai nilai kehidupan yang masih relevan. Hidup hemat bukan berarti menghilangkan kesenangan, melainkan belajar menentukan prioritas agar pengeluaran tetap terkendali dan kehidupan berjalan lebih tenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....