Filosofi Pohon dalam Budaya Jawa
- 30 Jul 2026 07:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bagi masyarakat Jawa, pohon bukan hanya tumbuhan yang menghasilkan kayu atau buah, namun juga penjaga alam, guru kehidupan serta simbol kebijaksanaan. Harmoni antara Sang Pencipta, alam, dan manusia, menjadi keyakinan masyarakat Jawa sehingga pohon memiliki nilai filosofis dan ekologisnya.
"Para leluhur Jawa memaknai pohon sebagai sumber kehidupan sekaligus pengingat nilai-nilai moral," kata Rizal Dwi Prastyo dalam acara Ragam Budaya Sambung Roso di RRI Pro.4 Banjarmasin, Rabu, 29 Juli 2026.
Rizal mengatakan, selain tumbuh dengan sabar, karakter pohon juga memberi keteduhan dan manfaat bagi lingkungan. Dari pohon, orang Jawa belajar bahwa semakin memberi manfaat, maka semakin tinggi juga nilai kehidupan yang diwariskan untuk generasi berikutnya.
Rizal menjelaskan, setiap jenis pohon memiliki pesan kehidupan yang berbeda. Untuk pohon beringin yang dikenal kuat dan rindang, masyarakat Jawa memandangnya sebagai simbol perlindungan, persatuan, dan kepemimpinan yang mengayomi.
"Pohon kelapa dilambangkan sebagai yang manusia keberadaannya bisa memberi manfaat bagi orang lain. Sedangkan bambu melambangkan kebersamaan dan ketangguhan karena tumbuh berumpun sehingga mampu bertahan oleh terpaan angin," ujarnya.
Begitupun pohon pisang, Rizal Prastyo menyebutnya sebagai simbol keberlanjutan hidup. Pandangan masyarakat Jawa adalah pohon pisang itu selalu meninggalkan tunas baru sebelum mati. Kemudian pohon jati, pohon yang mengajarkan tentang kualitas terbaik sebab lahir dari proses panjang dan penuh kesabaran.
"Filosofi pohon adalah pelajaran, bahwa kekuatan sejati itu tidak selalu harus keras, namun yang mampu bertahan dan bermanfaat," kata Rizal Prastyo menjelaskan.
Demikian juga di dalam kehidupan masyarakat agraris, salah satu petunjuk pergantian musim pada tradisi pranoto mongso adalah adanya perubahan pohon randu. Ia menilai bahwa filosofi pohon masih relevan di tengah berbagai persoalan lingkungan. Diantaranya banjir, kekeringan, perubahan iklim, maupun semakin berkurangnya ruang hijau.
"Itulah pentingnya kita merawat pohon. Dengan begitu artinya kita juga menjaga sumber kehidupan sekaligus menjaga keseimbangan alam," ujarnya.
Bukan hanya mengenal pohon dari nilai ekonominya saja, khususnya generasi muda juga diharapkan dapat memahami nilai budaya warisan leluhur. Setiap pohon mengajarkan arti kesabaran, rasa peduli, kebermanfaatan sekaligus tanggung jawab kepada alam demi kehidupan generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....