Nilai Budaya Lokal Perkuat Etos Kerja dan Kebersamaan
- 21 Jul 2026 13:43 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Nilai-nilai budaya lokal dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun etos kerja yang berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain membentuk karakter individu, budaya juga berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Hal tersebut disampaikan oleh Ratu, Dr. Drs. Masrani Noor, S.Ak., M.Si., dan Dr. Diana Hayati, S.E., M.M. dalam acara Ragam Budaya bersama IKASBA di RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 20 Juli 2026. Ketiganya menilai nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun masih relevan diterapkan dalam kehidupan dan dunia kerja modern.
Masrani Noor yang mewakili Kerukunan Keluarga Madura mengatakan keberagaman budaya merupakan salah satu kekuatan dalam dunia kerja. Menurutnya, setiap budaya memiliki nilai positif yang dapat dipelajari dan diterapkan bersama.
Ia menjelaskan bahwa keberagaman budaya dapat memperkaya cara berpikir serta meningkatkan solidaritas di lingkungan kerja. Hal tersebut dapat terwujud apabila setiap individu memiliki sikap saling menghargai dan memahami nilai budaya masing-masing.
“Biasakan saling menghormati, asah, asih, dan asuh agar suasana kerja lebih nyaman dan konflik dapat diminimalkan,” ujarnya. Menurutnya, kerja sama yang baik menjadi kunci terciptanya kekompakan dalam mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, Ratu yang mewakili Kerukunan Keluarga Banjar mengatakan masyarakat Banjar menjunjung tinggi nilai sopan santun dan kejujuran. Nilai tersebut juga menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang sehat dan profesional di lingkungan kerja.
“Di mana saja, termasuk di lingkungan kerja, utamakan jujur, hindari malas, dan doa orang tua adalah bagian penting dalam budaya Banjar,” ujarnya. “Kejujuran akan melahirkan kepercayaan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.”
Pandangan tersebut diperkuat oleh Diana Hayati yang menilai lingkungan kerja yang menghargai keberagaman budaya umumnya memiliki komunikasi yang lebih sehat. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap kolaborasi, inovasi, dan kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan bersama.
“Pintar-pintar maandak awak adalah salah satu contoh kearifan lokal orang Banjar,” ujarnya. “Filosofi ini bermakna bahwa seseorang harus mampu menyesuaikan diri di mana pun berada, termasuk di dunia kerja.”
Ia menambahkan bahwa budaya Banjar juga mengajarkan nilai badingsanakan atau mempererat persaudaraan serta mengutamakan musyawarah. Nilai-nilai tersebut penting untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman, harmonis, dan saling mendukung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....