Gawi Sabumi, Kearifan Lokal Perekat Persatuan Masyarakat Banjar

  • 12 Jul 2026 07:44 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Nilai gawi sabumi atau bekerja bersama dalam semangat gotong royong dinilai tetap relevan sebagai perekat kehidupan sosial masyarakat Banjar di tengah perkembangan zaman. Kearifan lokal tersebut menjadi pembahasan dalam siaran Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin bersama UIN Antasari Banjarmasin, Jumat, 10 Juli 2026, dengan tema "Gawi Sabumi, Merawat Kebersamaan."

Program tersebut menghadirkan Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin, Miftahul Umam, M.Ag., sebagai narasumber. Turut hadir mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Muhammad Aldiro Rayhandi.

Miftahul Umam menjelaskan, gawi sabumi merupakan warisan budaya masyarakat Banjar yang mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Menurutnya, budaya tersebut bukan sekadar bekerja bersama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan, membangun solidaritas, serta menyelesaikan berbagai persoalan secara kolektif.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup membuat masyarakat cenderung lebih individual. Karena itu, nilai-nilai kebersamaan perlu terus ditanamkan agar tidak luntur di tengah arus modernisasi.

"Gotong royong adalah identitas masyarakat Banjar," ujarnya. "Nilai ini perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari."

Sementara itu, Muhammad Aldiro Rayhandi menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi juga harus diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan nilai-nilai gawi sabumi kepada generasi muda. Dengan demikian, budaya gotong royong tetap dikenal dan dipraktikkan meski berada di era digital.

"Budaya akan tetap hidup apabila generasi muda mau mengenalnya," kata Aldiro. "Selain itu, mempraktikkannya dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas melalui berbagai media yang ada saat ini."

Masyarakat diharapkan terus menjaga semangat gawi sabumi sebagai kearifan lokal yang mampu memperkuat persatuan dan mempererat silaturahmi. Nilai tersebut juga dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....