Qada dan Qadar, Bekal Menghadapi Ujian Kehidupan

  • 12 Jul 2026 07:11 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan manusia. Karena itu, setiap muslim dituntut memiliki sikap sabar, syukur, dan rida terhadap setiap ketetapan Allah Swt sebagai wujud keimanan kepada qada dan qadar.

Hal itu disampaikan Ustaz Zulfakar Ali, Lc. dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 10 Juli 2026. Mengangkat tema "Tidak Sesuai Harapan Netizen", tausiyah tersebut mengajak umat Islam menyikapi berbagai peristiwa kehidupan dengan iman dan prasangka baik kepada Allah Swt.

"Kita sering menghadapi persoalan yang akhirnya tidak sesuai dengan harapan," ujarnya. “Namun, sebagai orang beriman, kita harus meyakini bahwa semua yang terjadi berlangsung sesuai ketetapan Allah Swt dan di sinilah pentingnya iman kepada qada dan qadar.”

Ia menjelaskan, manusia tidak diberi tugas untuk mempertanyakan ketetapan Allah, melainkan mempersiapkan diri agar mampu memberikan respons terbaik terhadap setiap ujian kehidupan. Nikmat, musibah, maupun keadaan yang tidak sesuai keinginan merupakan bagian dari ujian yang harus disikapi dengan benar.

Menurutnya, setiap peristiwa dalam kehidupan ibarat soal ujian dari Allah Swt. Ketika diberi nikmat, seorang muslim diperintahkan bersyukur, saat mendapat musibah harus bersabar, dan ketika kenyataan tidak sesuai harapan, hendaknya bersikap rida serta tetap berbaik sangka kepada Allah Swt.

Ustaz Zulfakar juga mengutip Surah Al-Ankabut ayat 2–3 yang menjelaskan bahwa setiap orang beriman pasti akan diuji. Ujian tersebut menjadi pembeda antara mereka yang benar-benar beriman dengan orang yang hanya mengaku beriman.

"Allah tidak menjadikan dunia sebagai tempat balasan,” ucapnya. "Karena itu kita sering melihat orang saleh hidup sederhana, sementara ada orang yang berbuat zalim justru hidup berkecukupan. Balasan yang sesungguhnya telah Allah siapkan di akhirat.”

Ia menambahkan, jika seluruh amal baik langsung dibalas di dunia dan setiap maksiat segera dihukum, maka nilai keikhlasan dalam beribadah akan berkurang. Allah menghendaki manusia beribadah semata-mata karena iman dan mengharap rida-Nya, bukan hanya mengejar balasan duniawi.

Ustaz Zulfakar mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keimanan dengan memperbanyak syukur saat memperoleh nikmat, bersabar ketika menghadapi cobaan, dan rida terhadap setiap ketetapan Allah Swt. Menurutnya, sikap tersebut akan menjadikan setiap ujian kehidupan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas iman dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....