Hari Musik Dunia Wadah Kolaborasi Musisi Banua
- 28 Jun 2026 12:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Gelaran Hari Musik Dunia di Taman Budaya Kalimantan Selatan berlangsung meriah, Sabtu malam, 27 Juni 2026. Gelaran yang mengusung tema "Muara: Tempat Segala Arus Bertemu" ini menampilkan berbagai seniman musik dari sejumlah daerah di Kalsel.
Sebanyak 19 penampil yang membawakan berbagai jenis genre musik berhasil menghidupkan Panggung Bachtiar Sanderta. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 26-27 Juni tersebut, juga menjadi momentum penting untuk memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh musik Banua.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khazairin mewakili Gubernur membuka langsung kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kolaboratif yang harus terus didukung untuk pengembangan dunia musik daerah.
"Kita berkolaborasi semuanya, baik tradisional, modern, maupun yang menggabungkan keduanya. Semoga ke depan kita dapat terus mengembangkan kreativitas para musisi di Banua," ujarnya kepada awak media.
Ia menambahkan, konsep penyelenggaraan tahun ini berhasil membuka ruang edukasi, dialog, regenerasi, serta penghormatan kepada para pelaku seni. Pembangunan kebudayaan dinilai akan terwujud dengan adanya kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah Provinsi juga menegaskan bahwa kehadiran Taman Budaya menjadi fasilitator penting untuk memberikan akses pengembangan kesenian di Kalsel. Seluruh pihak diharapkan dapat memanfaatkan kehadiran Taman Budaya secara optimal sebagai wadah membangun kreativitas seni.
| Baca juga: Sineas Muda Banjar Siapkan Film Budaya Lokal |
Komitmen serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ruang kolaborasi dan apresiasi terhadap perjalanan musik di Banua.
"Kami sangat mengapresiasi tingginya partisipasi dari berbagai kabupaten dan kota dalam kegiatan ini. Semoga melalui tema 'Muara' ini dapat membangkitkan semangat berkesenian, khususnya seni budaya Banjar," katanya.
Ia juga memandang pentingnya mengelaborasi kesenian ke dalam dunia pendidikan di berbagai level. Langkah ini dinilai menjadi upaya untuk membina regenerasi pelaku seni agar tidak terputus.
"Kita harapkan penampilannya tidak hanya sesekali, tetapi rutin dan berkembang. Semoga ke depan pengembangan generasi muda kita dalam bidang seni dapat jauh lebih baik," ucapnya menegaskan.
Rangkaian Hari Musik Dunia 2026 ini turut menghadirkan berbagai komunitas musik dan ruang edukasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat lahir ruang-ruang kreatif baru bagi para musisi dengan semangat kolaborasi dari berbagai pihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....