Komunitas Palalah Telusuri Sejarah Rumah Betang Manggatang Utus di Kapuas
- 07 Jun 2026 13:37 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Melalui ekspedisi yang dilakukan pada Mei 2026, Komunitas Palalah menelusuri sejarah dan budaya Rumah Betang Manggatang Utus yang berada di Desa Sei Pasah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Hal tersebut disampaikan oleh Erwin dari Komunitas Palalah dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 6 Juni 2026.
Erwin menjelaskan bahwa setiap rumah betang memiliki nama yang diberikan oleh para tetua keluarga penghuninya. Rumah Betang Manggatang Utus yang dikunjungi Komunitas Palalah memiliki makna “Mengangkat Derajat”.
“Makna filosofis Rumah Betang Manggatang Utus adalah harapan agar keturunan atau zuriyat yang tinggal di dalamnya dapat mengangkat derajat serta harkat martabat keluarga,” ujarnya. “Rumah betang ini berukuran besar, panjang, dan tinggi. Saat ini bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai objek wisata cagar budaya.”
Ia menjelaskan bahwa sebagian rumah betang di Kalimantan masih difungsikan sebagai tempat tinggal. Namun, Rumah Betang Manggatang Utus sudah tidak lagi dihuni dan dialihfungsikan menjadi museum yang terbuka bagi masyarakat dan wisatawan.
Di kawasan tersebut terdapat sejumlah peninggalan budaya, termasuk area pemakaman keluarga serta sapundu, yakni patung kayu khas masyarakat Dayak Ngaju yang memiliki nilai sejarah dan spiritual.
Menurut Erwin, bagian interior rumah betang dirancang dengan konsep ruang yang luas dan memanjang. Sebagai hunian komunal, rumah adat tersebut dahulu dapat ditempati puluhan keluarga dalam satu bangunan dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Dayak.
Ia juga menyampaikan bahwa pengunjung yang datang ke Rumah Betang Manggatang Utus dikenakan biaya retribusi karena lokasi tersebut telah dikelola sebagai objek wisata budaya oleh pemerintah setempat. Besaran tarif disesuaikan dengan kategori pengunjung, seperti pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, maupun wisatawan mancanegara.
Erwin berharap warisan budaya seperti rumah betang dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda. Menurutnya, keberadaan rumah betang tidak hanya menjadi simbol identitas budaya masyarakat Dayak, tetapi juga bukti sejarah kehidupan dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....