Konsep Literal Musik Membuka Peluang Besar di Dunia Pendidikan

  • 25 Mei 2026 05:17 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID - Banjarmasin - Selain memahami konsep literal dan intended meaning, serta implikasinya, remaja Indonesia juga perlu melihat contoh nyata dari lagu-lagu Barat yang populer saat ini. Lagu-lagu tersebut ternyata memiliki makna yang cukup dalam tentang kehidupan dewasa.

"Menariknya, banyak remaja Indonesia mendengarkan lagu-lagu ini tanpa benar-benar memahami kedalaman maknanya," kata Akademisi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Adinda Afifah Anwar, S.Pd, M.Li pada acara Lentera Kehidupan Jumat 15 Mei 2026.

Menurut Afifah, mereka mungkin hanya menangkap bagian melodi atau bagian lirik yang viral di TikTok atau Instagram. Padahal, lagu-lagu tersebut sebenarnya berbicara tentang isu-isu yang sangat “dewasa”. Seperti kehilangan, identitas diri, relasi yang kompleks, hingga tekanan hidup.

Afifah mengatakan fenomena ini memperkuat bahwa pemahaman lagu tidak cukup hanya pada level semantics. Memahami lagu harus melibatkan pragmatics, yaitu memahami konteks emosional dan sosial dari lagu tersebut. Tanpa itu, pesan yang sebenarnya ingin disampaikan bisa hilang, bahkan disalahartikan.

"Selain itu, lagu juga membawa nilai budaya. Ketika makna tidak dipahami secara utuh, nilai-nilai tersebut bisa diterima begitu saja tanpa proses refleksi. Hal ini dapat memengaruhi cara berpikir, gaya hidup, bahkan identitas remaja," ujar Afifah.

Mereka mungkin meniru apa yang didengar atau lihat dalam lagu, tanpa benar-benar memahami latar belakang atau pesan yang ingin disampaikan. Di sisi lain, ada hal yang cukup menarik.

Meskipun tidak memahami arti lirik secara penuh, banyak remaja tetap bisa merasakan emosi dari lagu tersebut, merasa sedih, bahagia, atau terinspirasi. Ini menunjukkan bahwa musik tidak hanya bekerja pada level linguistik, tetapi juga pada level emosional. Namun, tanpa pemahaman makna, emosi tersebut bisa menjadi kurang terarah atau bahkan disalahartikan.

"Meskipun demikian, fenomena ini tidak sepenuhnya negatif. Justru, ini membuka peluang besar dalam dunia pendidikan," ucapnya.

Afifah menerangkan, lagu dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bahasa yang menyenangkan dan kontekstual. Melalui lagu, mahasiswa atau siswa dapat belajar kosakata baru, memahami idiom, serta mengenal penggunaan bahasa kiasan secara lebih alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....