Sastra Jadi Media Suarakan Perlindungan Anak dan Nilai Kemanusiaan
- 15 Mei 2026 19:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Ragam Budaya Ruang Sastra RRI Pro4 Banjarmasin, Kamis, 14 Mei 2026, mengangkat tema “Jiwa-jiwa Bening”. Siaran ini menghadirkan pegiat sastra, Elly Rahmah dan Halipah, sebagai narasumber.
Elly mengungkapkan bahwa tema tersebut diangkat sebagai respons terhadap berbagai kasus perlakuan salah terhadap anak di bawah umur. Menurutnya, anak-anak memiliki jiwa yang murni sehingga seharusnya dilindungi, bukan justru menerima perlakuan buruk dari lingkungan sekitar.
“Anak-anak masih berada dalam tahap perkembangan untuk mencari jati diri sehingga jiwa mereka belum ternoda oleh berbagai kepentingan,” kata Elly. “Sangat disayangkan jika orang dewasa justru memberikan contoh yang tidak baik kepada mereka.”
Ia menjelaskan bahwa dunia anak identik dengan proses belajar dan bermain dalam kepolosan yang diibaratkan seperti lembaran kertas putih. Karena itu, pola pengasuhan orang tua memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan karakter dan kejiwaan anak.
Halipah turut menyoroti berbagai persoalan sosial, seperti ketimpangan, kekerasan, hingga pelecehan yang kerap menjadikan anak-anak sebagai korban. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena anak-anak masih memiliki batin yang polos dan belum terpengaruh buruknya lingkungan luar.
“Anak-anak sebenarnya memiliki jiwa yang bening dan batin yang masih polos,” ujar Halipah. “Namun, kenyataannya saat ini banyak peristiwa yang justru mengotori kemurnian jiwa mereka.”
Dalam pembacaan puisinya, Halipah menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga ketulusan hati melalui sikap tenang dan pemaaf di tengah kehidupan yang penuh kerumitan. Ia menilai nilai-nilai kebaikan harus tetap dipertahankan meskipun hidup di lingkungan yang sulit.
Sementara itu, Elly membacakan puisi tentang pentingnya menjaga kejujuran di tengah dunia yang sering kali tidak adil. Melalui gambaran sosok anak-anak, ia menekankan bahwa kemenangan sejati bukan berasal dari kecurangan, melainkan keberanian untuk tetap berada di jalan kebenaran.
Keduanya berharap dunia sastra dapat terus menjadi ruang untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Melalui karya sastra, mereka ingin mendorong masyarakat agar berani berdiri di atas nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....