Bacangkurah: Taguh Kada, Bakurap Maka Ada

  • 08 Agt 2026 08:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Salah satu ungkapan bijak masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan adalah 'Taguh Kada, Bakurap Maka Ada" merupakan pesan untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Hal tersebut disampaikan oleh Noorhalis Majid dalam acara Ragam Budaya Bacangkurah, Jumat, 7 Agustus 2026 di RRI Pro.4 Banjarmasin.

Noorhalis Majid mengatakan ungkapan Banjar "taguh kada, bakurap maka ada" mengajarkan bahwa ilmu tidak akan diperoleh jika dilakukan hanya dengan setengah hati. Secara harfiah ungkapan tersebut berarti kebal tidak, badan justru penuh dengan kurap.

"Sebenarnya tidak masalah jika badan penuh kurap asalkan benar-benar memperoleh ilmu kebal, namun jika tidak maka yang didapat cuma kurap saja tanpa ilmu sebagai tujuan di awal," ujar Noorhalis Majid

Ia menjelaskan ungkapan masyarakat Banjar itu berawal dari kisah masa lalu ketika kebiasaan orang banyak yang mencari ilmu untuk kekebalan sebagai perlindungan diri. Padahal untuk memperoleh ilmu kebal diperlukan syarat dan pengorbanan yang tidak mudah. "Karena beratnya konsekuensi itulah kemudian dijadikan sebagai pesan bijak tentang pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu," ujarnya

Noorhalis Majid menilai ungkapan Banjar tersebut juga berlaku bagi seseorang yang meninggalkan kampung halaman demi menempuh pendidikan. Ia menyebutkan tidak sedikit orang tua yang rela berkorban tenaga maupun harta demi membiayai pendidikan anaknya. Dengan demikian kesempatan belajar harus dimanfaatkan dengan baik agar benar-benar mendapatkan ilmunya.

"Jadi jangan sampai waktu, biaya, dan pengorbanan orang tua itu sia-sia karena ternyata misalnya kuliah atau sekolah tidak dijalani serius," katanya.

Penulis buku peribahasa dan ungkapan Banjar Hambar Satrup, Balaki Muntung, maupun Bawa Batanang itu juga menilai bahwa pesan yang sama juga berlaku bagi mereka yang menghadiri pengajian atau majelis ilmu. "Hendaknya hadir dengan kesungguhan agar bisa mengambil manfaatnya. Bukan sebaliknya, cuma sebagai kedok saja, pergi mengaji tapi keluyuran, atau berbuat hal negatif lainnya," kata Noorhalis Majid

Melalui ungkapan 'taguh kada, bakurap maka ada' sebenarnya masyarakat diingatkan bahwa keberhasilan maupun kesukseaan hanya bisa diraih melalui kesungguhan dan ketekunan. "Kalau tujuannya menuntut ilmu, tuntutlah sampai tuntas. Jangan terpengaruh pada hal yang mengalihkan, sebab jika tidak serius, akibatnya hanya taguh kada, bakurap maka ada,"ujarnya menegaskan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....