Aruh Mambatur, Tradisi Leluhur Dayak di Balangan Tetap Lestari

  • 04 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Aruh mambatur, sebuah tradisi yang diwariskan oleh leluhur suku Dayak di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan,masih sering dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Ritual ini merupakan wujud penghormatan kepada para leluhur yang telah meninggal, yang dilakukan dengan cara membangun rumah sebagai tempat persemayaman mereka.

Aruh mambatur adalah salah satu pelaksanaan adat yang dilakukan untuk membangun rumah bagi orang-orang yang telah meninggal, termasuk orang tua, anak, atau anggota keluarga lainnya. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari. Hal ini disampaikan oleh Lelu Dinata, salah satu warga Desa Kapul di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Senin, 4 April 2026.

"Di Halong, terdapat dua jenis ritual, yaitu ritual kehidupan dan ritual kematian. Mambatur termasuk dalam kategori ritual kematian," ujar Lelu.

Lelu Dinata, Warga Desa Kapul di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan (Foto:rri.co.id/herry)

Sri, seorang anggota keluarga yang baru saja melaksanakan aruh mambatur, menjelaskan bahwa pelaksanaan tradisi ini merupakan kewajiban dalam adat, terlepas dari waktu pelaksanaannya yang bergantung pada kemampuan finansial keluarga.

"Jika mampu, batur dapat dibuat setelah seratus hari, tetapi jika tidak, seperti kami ini, bisa memerlukan waktu hingga dua puluh tahun untuk bisa melaksanakannya," kata Sri.

Ketua DAD Kalsel, Mandan, menekankan bahwa Aruh mambatur adalah warisan yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat suku Dayak di Desa Kapul. Sebagai generasi muda, mereka memiliki tanggung jawab untuk memelihara, menjaga, dan merawat adat istiadat yang telah ada.

"Walaupun perkembangan zaman dan teknologi terus melaju, masyarakat adat Dayak, khususnya di Balangan, tetap tidak terpengaruh karena lingkungan kami masih terjaga dengan adat istiadat yang kental," ucap Mandan.

Mandan, Ketua DAD Kalsel (Foto:rri.co.id/herry)

Mandan juga berharap agar generasi muda, khususnya masyarakat adat Dayak yang tinggal di Kabupaten Balangan, tetap belajar dan memahami adat istiadat mereka. "Kita harus terus melestarikan tradisi ini agar tak lekang oleh waktu, karena adat adalah jati diri kita," ucapnya.

Dengan semangat menjaga warisan budaya, masyarakat adat Dayak terus berkomitmen untuk melestarikan tradisi Aruh mambatur. Hal ini bukan hanya sebagai penghormatan kepada para leluhur, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dan identitas yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....