Makna Filosofis Penamaan Masjid di Kalimantan Selatan

  • 22 Apr 2026 13:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Penamaan masjid di Kalimantan Selatan tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga mengandung nilai religius, sejarah, dan kearifan lokal yang mencerminkan budaya masyarakat Banjar. Hal ini menjadikan masjid tidak sekadar tempat ibadah, melainkan juga bagian dari warisan budaya yang sarat makna dan perlu dilestarikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Akhmad Humaidi, M.Pd dan Heri Wahyudi dalam acara Pandiran Baisukan, Senin, 20 April 2026 di RRI Pro4 Banjarmasin. Keduanya menyoroti bahwa penamaan masjid tidak sekadar menjadi identitas, tetapi juga mengandung nilai religius, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Banjar.

“Secara harfiah, masjid berasal dari kata sajada yang berarti tempat sujud. Maknanya kemudian berkembang menjadi tempat umat Muslim beribadah,” ujar Akhmad Humaidi.

Akademisi Universitas PGRI Kalimantan tersebut juga menjelaskan bahwa penamaan masjid umumnya mengacu pada Al-Qur’an dan menggunakan bahasa Arab. Selain itu, nama masjid kerap diambil dari tokoh ulama, peristiwa penting, maupun harapan masyarakat setempat sebagai cerminan nilai-nilai keislaman.

Ia menambahkan, penamaan masjid juga bisa mencerminkan kedekatan dengan budaya lokal Banjar, seperti Masjid Sultan Suriansyah. Selain itu, terdapat pula nama-nama yang mengandung makna religius, seperti Masjid Syuhada yang bermakna orang-orang yang gugur syahid, serta nama yang melambangkan cahaya seperti Nurul Huda dan Nurul Islam.

Hal senada disampaikan Heri Wahyudi bahwa Kota Banjarmasin tidak hanya dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, tetapi juga dijuluki Kota Seribu Masjid. Mahasiswa asal Kalimantan Tengah tersebut menilai pelestarian unsur budaya lokal dalam aktivitas masjid penting untuk terus dilakukan.

“Selain sebagai tempat ibadah, generasi muda perlu lebih memahami makna dan filosofi di balik nama masjid,” ujarnya. “Hal ini sekaligus menjadi upaya menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.”

Melalui penamaan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadikan masjid sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai warisan budaya yang sarat makna. Oleh karena itu, pemahaman terhadap filosofi nama masjid penting untuk terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....