Refleksi Krisis, Seniman Kalsel Hadirkan Instalasi Permainan Monopoli
- 07 Apr 2026 21:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sebuah instalasi interaktif berjudul Indopoly: Real Crisis milik Nazula Anisa menjadi salah satu pusat perhatian dalam pameran "Kompilasi Protes" di Bengkel Lukis Sholihin, Banjarmasin. Karya unik ini sengaja dihadirkan untuk mengajak pengunjung bermain sembari merenungkan krisis ekologi serta berbagai persoalan politik nasional.
Melalui mekanisme permainan tersebut, Nazula ingin audiens merasakan langsung bagaimana sebuah sistem besar bisa berjalan secara tidak seimbang. Pilihan medium monopoli pun dianggap sangat relevan untuk memicu kepekaan para penikmat seni terhadap situasi kondisi saat ini.
"Karya ini berangkat dari keresahan pada ekologi Indonesia yang banyak mengalami bencana. Saya menuangkannya dalam visualisasi papan monopoli agar audiens bisa ikut terlibat," katanya pada Senin, 6 April 2026.
Nazula menjelaskan dalam monopoli, setiap pemain biasanya berusaha menang dengan memanfaatkan sistem yang justru dapat merugikan pihak lain. Hal ini diharapkan bisa menjadi refleksi mendalam bagi setiap pengunjung yang mencoba memainkan karyanya tersebut.
"Dalam monopoli, pemain berusaha menang dengan memainkan sistem dan merugikan orang lain. Ini merupakan medium baru untuk menyampaikan pesan di luar karya dua dimensi," ucapnya.
Lebih lanjut, Nazula menekankan inovasi media baru seperti ini tetap membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Ia berharap ke depannya semakin banyak wadah yang terbuka bagi para seniman muda untuk terus mempublikasikan karya-karyanya.
"Pengembangan seni rupa tentunya sangat memerlukan wadah dan dukungan, baik dari pemerintah maupun komunitas seni. Kami memerlukan kesempatan untuk terus berkarya," ujarnya menambahkan.
Di sisi lain, Kurator pameran, Eky Abdan, menilai karya interaktif milik Nazula menjadi salah satu bukti nyata kemajuan cara berpikir perupa lokal. Menurutnya, perupa Banua kini sudah mulai berani bereksperimen dengan berbagai medium untuk merespons isu sosial yang sedang berkembang.
"Kami melihat ada peningkatan taraf kuratorial yang signifikan melalui karya-karya seperti ini. Karena itulah, penilaian kami mencakup konten, konteks, hingga keahlian teknis sang perupa dalam menyampaikan pesan," katanya.
Agenda pameran yang berlangsung di Taman Budaya Kalsel ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh. Masyarakat masih bisa berkunjung dan mencoba langsung karya interaktif ini hingga Minggu, 12 April 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....