Revitalisasi Wayang Topeng Banjar Dorong Regenerasi Seniman
- 19 Jun 2026 15:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Selain sebagai upaya pelestarian pertunjukan tradisional, revitalisasi Wayang Topeng Banjar juga bertujuan untuk menciptakan regenerasi para pelaku seni, termasuk alat dan juga pengrajinnya. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Aris, S. Kom., M.M dan Drs. H. Setia Budhi, M.Si., P.hD dalam acara Kindai Banua, Kamis, 18 Juni 2026 di RRI Pro.4 Banjarmasin.
M. Aris, Ketua Serikat Pemersatu Seniman Indonesia Kalsel itu mengungkapkan bahwa eksistensi Wayang Topeng Banjar saat ini mengalami banyak tantangan. Sebagai wadah atau rumah para pelaku seni maka Serikat Pemersatu Seniman Indonesia (SPSI) Kalsel berharap upaya revitalisasi dilakukan agar warisan budaya terus bertahan.
"SPSI akan bekerja cepat dengan melakukan kolaborasi seniman, Lembaga Adat dan Taman Budaya Kalsel. Ada Lokakarya Tari Topeng yang digelar 19 -20 Juni 2026," katanya.
Muhammad Aris menjelaskan bahwa Revitalisasi seni Topeng Banjar dilakukan dengan melibatkan seniman tradisional dan modern, mendorong penciptaan karya kreatif berbasis budaya Banjar, dokumentasi video, arsif digital dan promosi melalui medsos.
"Harapannya nanti SPSI juga bisa mengadakan festival budaya dan menjadikan Topeng Banjar sebagai event daerah dan nasional," ucap Aris
Sementara itu Ketua Lembaga Adat Papikat Bakumpai, Drs. H. Setia Budhi, M.Si. P.hD menyampaikan Tari Topeng Banjar sudah ada sejak zaman Kerajaan Daha dan Dipa sehingga menjadi bagian Karasmin dari Kerajaan Kesultanan Banjar. Tari Topeng memiliki filosofi yang mencerminkan karakter dan solidaritas kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Setia Budhi juga mengungkapkan jika saat ini selain penari dan alat musiknya yang sudah lama, topeng-topengnya juga mulai banyak yang rusak. Ia berharap kegiatan apapun yang berkaitan dengan seni tidak hanya fokus pada persiapan namun juga berkelanjutan dan ada pendampingan dari multipihak.
"Pendampingan dari pamong budaya itu penting, termasuk Taman Budaya, Lembaga Adat, Dewan Kesenian, dan Pemerintah," ujarnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....