Bulik Kampung, Tradisi Mudik Orang Banjar
- 23 Mar 2026 18:19 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tradisi bulik kampung dalam bahasa Banjar berarti kembali ke kampung halaman, yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai mudik. Hal ini disampaikan oleh Faisal Embron dalam program Ragam Budaya Suluh Banua RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu, 22 Maret 2026.
Ia memaknai mudik sebagai perjalanan pulang bagi para perantau, khususnya dari wilayah hulu, untuk kembali ke kampung asal. Selama apa pun seseorang merantau, kerinduan untuk pulang tetap menjadi ikatan emosional yang tidak terputus.
Menurutnya, tradisi bulik kampung dalam budaya Banjar tidak hanya terjadi saat Lebaran. Banyak warga yang sudah pulang ke kampung halaman sejak awal Ramadan, jauh sebelum hari raya tiba.
“Contohnya di Nagara, Hulu Sungai Selatan, para pekerja kapal yang selama sebelas bulan bekerja akan pulang selama satu bulan saat awal puasa,” ujarnya.
Faisal menyampaikan bahwa mudik memiliki dampak positif, terutama dalam mempererat tali silaturahmi. Selain itu, mudik juga menjadi momentum untuk memulihkan energi melalui kenangan-kenangan indah di kampung halaman.
Ia menegaskan bahwa mudik dapat memberikan dampak baik bagi kesehatan mental para perantau. Bertemu orang tua, sesepuh, dan teman masa kecil menjadi momen berharga yang tidak dapat digantikan oleh materi apa pun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....