Peribahasa Banjar "Mati Kada Sakubur Jua" Sarat Makna Tanggung Jawab
- 01 Agt 2026 12:48 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dalam budaya Banjar dikenal peribahasa mati kada sakubur jua yang mengandung pesan tentang tanggung jawab setiap individu atas segala perbuatannya. Ungkapan tersebut kerap disampaikan sebagai nasihat ketika seseorang tidak lagi menghiraukan peringatan atau masukan dari orang lain.
Hal tersebut disampaikan oleh Noorhalis Majid dalam program Ragam Budaya Bacangkurah RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 31 Juli 2026. Menurutnya, setiap manusia kelak akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya secara pribadi.
"Walaupun kita bersaudara, bertetangga, atau berkawan akrab, mati kita kada sakubur jua," ujarnya. "Kalau seseorang sudah dinasihati tetapi tidak mempan dan tetap keras kepala, peribahasa ini digunakan untuk menyampaikan bahwa terserah dia mau melakukan apa, yang penting kita sudah menasihati."
Ia menjelaskan bahwa nasihat paling ampuh bagi manusia adalah mengingat kematian. Sebab, ketika seseorang meninggal dunia, tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan atau memikul pertanggungjawaban atas segala amal perbuatannya.
Menurut Noorhalis, setiap orang memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Namun, ia juga mengakui bahwa tidak semua nasihat akan diterima, terutama oleh mereka yang keras hati dan enggan memperbaiki diri.
Ia menilai peribahasa mati kada sakubur jua bukan hanya menjadi pengingat bagi orang yang dinasihati, tetapi juga bagi orang yang memberi nasihat. Ungkapan tersebut menegaskan bahwa kehidupan memang dijalani bersama, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT tetap bersifat pribadi.
Noorhalis Majid mengingatkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan niat, peran, dan perbuatannya. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan peribahasa tersebut sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri sekaligus tidak lelah saling menasihati dalam kebaikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....