Masyarakat Bali di Kalsel Tetap Menjaga Tradisi Leluhur

  • 10 Mar 2026 05:18 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin : Masyarakat Hindu Bali yang bermukim di Kalimantan Selatan tetap menjaga tradisi leluhur meskipun berada jauh dari tempat asalnya. Berbagai upacara keagamaan seperti Galungan, Kuningan, hingga perayaan Nyepi tetap dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian spiritual sekaligus upaya melestarikan identitas budaya.

“Tradisi bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga cara kami menjaga keseimbangan hidup, hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama,” ujar Ide Rsi Wismamitra dalam Ragam Budaya Pro4 RRI Banjarmasin, Senin 9 Maret 2026.

Ragam Budaya bersama Ikatan Antar Suku Bangsa (IKASBA) itu mengangkat tema “Tradisi Masyarakat Hindu Bali di Kalimantan Selatan.” Hadir Masrani Noor dari Kerukunan Keluarga Madura, Rahmad Basuki dari Kerukunan Keluarga Jawa Tengah, Djohansyah dari Kerukunan Keluarga Dayak Deah, serta Ide Rsi Wismamitra dan I Ketut Artika dari Kerukunan Keluarga Bali.

Masrani Noor menilai keberadaan berbagai komunitas suku di Kalimantan Selatan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun. Menurutnya, masyarakat Madura yang hidup berdampingan dengan berbagai suku, termasuk Bali, selalu menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati.

"Perbedaan budaya justru menjadi sarana untuk memperkaya pengalaman sosial masyarakat," katanya.

Hal senada disampaikan Rahmad Basuki dari Kerukunan Keluarga Jawa Tengah. Dikatakan, nilai kerukunan yang menjadi bagian dari budaya Jawa dapat menjadi jembatan dalam mempererat hubungan antar suku.

"Interaksi yang terjalin selama ini menunjukkan bahwa masyarakat dari berbagai latar belakang budaya mampu hidup harmonis selama dilandasi sikap saling menghargai," ujarnya.

Sementara Djohansyah dari Kerukunan Keluarga Dayak Deah mengatakan, masyarakat Dayak juga memiliki tradisi adat yang kuat dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Menurutnya, dialog budaya seperti yang digelar IKASBA sangat penting untuk memperkuat pemahaman lintas budaya.

Begitupun I Ketut Artika dari kerukunan Keluarga Bali. Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan agar semangat persaudaraan antar suku bangsa di Kalimantan Selatan tetap terjaga dan menjadi contoh harmoni dalam keberagaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....