Arema dan Kekuatan Identitas Budaya Malang

  • 24 Feb 2026 19:25 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Arema tidak hanya dikenal sebagai sebutan suporter sepak bola, tetapi juga menjadi identitas sosial yang menyatukan masyarakat Malang di mana pun berada. Hal tersebut disampaikan Didik Yudi Ernawan, Ratu, Masrani Noor, dan Rakhmad Basuki dalam acara Ragam Budaya bersama IKASBA di RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 23 Februari 2026.

Identitas Arema menjadi simbol persaudaraan dan karakter masyarakat Malang yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Nilai tersebut tetap dipertahankan oleh masyarakat Malang, baik di daerah asal maupun di perantauan.

Didik Yudi Ernawan menjelaskan, julukan Malang juga identik dengan sebutan Arema. Istilah tersebut tidak hanya melekat pada pendukung sepak bola, tetapi juga menjadi simbol karakter masyarakat Malang yang menjunjung tinggi persaudaraan.

“Kata arek dalam budaya Jawa Timur berarti anak atau pemuda,” ujar Didik. “Seiring waktu, istilah Arek Malang disingkat menjadi Arema dan menjadi identitas kolektif masyarakat Malang.”

Didik, yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Arek Malang, telah tinggal di Kalimantan Selatan sejak 1983. Ia menegaskan bahwa di mana pun seseorang tinggal, nilai budaya dan karakter daerah asal tetap harus dijaga.

“Bagi warga Malang, kami memiliki ‘janji satu jiwa’ yang bermakna ikrar persaudaraan,” katanya. “Jika ada yang membutuhkan bantuan, maka akan saling membantu demi menjaga semangat kebersamaan.”

Ia juga menjelaskan semboyan Malang lainnya, yaitu Rawe-rawe rantas, malang-malang putung, yang menggambarkan sikap tegas dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan. Semboyan tersebut menjadi filosofi perjuangan masyarakat Malang dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selain identitas budaya, Kota Malang juga dikenal sebagai kota wisata dengan kekayaan kuliner. Masrani Noor, Ratu, dan Rakhmad Basuki dari IKASBA Kalsel menyebutkan bahwa Malang memiliki beragam kuliner khas yang menjadi daya tarik daerah.

“Mulai dari bakso, pepesan, rawon, dan berbagai makanan khas lainnya,” ujar Rakhmad Basuki. “Uniknya, di Malang bakso sering disebut bakwan dalam penyebutan lokal.”

Kekayaan kuliner tersebut menjadi bagian dari identitas Kota Malang. Hal itu menegaskan bahwa Malang tidak hanya dikenal sebagai kota Arema, tetapi juga sebagai kota dengan kekayaan budaya dan cita rasa yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....