Hari Guru Sedunia 5 Oktober, Begini Sejarahnya

  • 04 Okt 2026 08:53 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Hari Guru Sedunia diperingati setiap 5 Oktober untuk menghormati dan mengapresiasi peran penting guru di seluruh dunia.
  • Tanggal 5 Oktober 1966 menjadi momen bersejarah ketika UNESCO dan ILO mengadopsi Recommendation concerning the Status of Teachers di Paris.
  • Rekomendasi internasional tersebut memuat standar mengenai hak dan tanggung jawab guru, pendidikan, pelatihan, perekrutan, kondisi kerja, dan proses belajar-mengajar.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Guru Sedunia atau World Teachers’ Day diperingati setiap 5 Oktober untuk menghormati peran guru di seluruh dunia. Tanggal tersebut ditetapkan untuk memperingati pengadopsian Recommendation concerning the Status of Teachers oleh UNESCO dan Organisasi Perburuhan Internasional atau ILO pada 5 Oktober 1966.

Dilansir dari UNESCO, rekomendasi tersebut lahir melalui konferensi khusus yang diselenggarakan UNESCO dan ILO di Paris. Dokumen itu memuat standar internasional mengenai hak dan tanggung jawab guru, pendidikan dan pelatihan, perekrutan, kondisi kerja, serta proses belajar-mengajar.

Rekomendasi 1966 menjadi landasan internasional dalam memperkuat kedudukan profesi guru. Ketentuan tersebut juga mencakup kualifikasi, kondisi kerja, serta penghargaan terhadap profesi pendidik.

Perhatian terhadap tenaga pengajar kemudian diperluas pada 1997 melalui Recommendation concerning the Status of Higher-Education Teaching Personnel. Dokumen tersebut melengkapi rekomendasi 1966 dengan mencakup tenaga pengajar di jenjang pendidikan tinggi.

Tanggal 5 Oktober kemudian diperingati sebagai Hari Guru Sedunia sejak 1994. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengapresiasi kontribusi guru sekaligus membahas dukungan yang diperlukan agar mereka dapat menjalankan profesinya secara optimal.

Pada 2026, Hari Guru Sedunia menandai 60 tahun pengadopsian rekomendasi UNESCO dan ILO tentang status guru. Tema tahun ini adalah “Standing with teachers: 60 years of protecting the profession, advancing its status and shaping our futures” yang menyoroti perlindungan dan peningkatan status profesi guru.

Peringatan tahun ini juga menjadi momentum untuk melihat tantangan yang dihadapi profesi guru, mulai dari perkembangan teknologi digital dan perubahan iklim hingga persoalan inklusi, migrasi, dan kondisi kerja. UNESCO mendorong pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat dukungan terhadap tenaga pendidik.

Perjalanan Hari Guru Sedunia dari rekomendasi internasional pada 1966 hingga peringatan global saat ini menunjukkan perhatian terhadap hak, status, dan kondisi profesi guru. Setiap 5 Oktober, momentum tersebut kembali menempatkan peran guru sebagai bagian penting dalam pembangunan pendidikan di berbagai negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....