Hari Batik Nasional, Begini Sejarahnya
- 01 Okt 2026 12:26 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober untuk menandai penetapan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Tak Benda UNESCO pada 2009.
- Batik Indonesia diajukan sebagai Intangible Cultural Heritage melalui kantor UNESCO di Jakarta pada 4 September 2008 dan diterima resmi pada 9 Januari 2009.
- Penetapan batik oleh UNESCO pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 2 Oktober 2009 menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas budaya Indonesia.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober, bertepatan dengan penetapan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Tak Benda UNESCO pada 2009. Penetapan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.
Dilansir dari UNESCO, batik Indonesia diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Intangible Cultural Heritage (ICH) melalui kantor UNESCO di Jakarta pada 4 September 2008 dan resmi diterima pada 9 Januari 2009. Setelah melalui proses penilaian, batik Indonesia ditetapkan dalam sidang keempat Komite Antar-Pemerintah UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 2 Oktober 2009.
Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan, pengembangan, dan pelestarian batik Indonesia.
Setiap 2 Oktober, masyarakat diajak mengenakan batik sebagai bagian dari peringatan tersebut. Penggunaan batik menjadi salah satu cara menunjukkan kebanggaan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi batik.
Batik memiliki beragam motif dan karakter yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman tersebut mencerminkan nilai, filosofi, serta kreativitas masyarakat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional.
Pelestarian batik tidak hanya berkaitan dengan penggunaan kain batik, tetapi juga mencakup pengetahuan, teknik pembuatan, motif, dan tradisi yang menyertainya. Upaya tersebut diperlukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk mengenalkan keberagaman batik kepada masyarakat, termasuk generasi muda. Peringatan tersebut juga mendorong kesadaran untuk menjaga dan mengembangkan batik di tengah perubahan zaman.
Dengan demikian, 2 Oktober tidak hanya menjadi penanda sejarah pengakuan internasional terhadap batik Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga batik sebagai warisan budaya yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....