Hari Penulisan Surat Sedunia, Kenali Sejarah dan Maknanya
- 31 Agt 2026 15:27 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Setiap 1 September diperingati sebagai Hari Penulisan Surat Sedunia (World Letter Writing Day) untuk mendorong masyarakat mengenal kembali seni menulis surat dan pengalaman berkomunikasi melalui tulisan tangan.
- Hari Penulisan Surat Sedunia didirikan oleh Richard Simpkin, seorang penulis, seniman, dan fotografer asal Australia, pada tahun 2014.
- Peringatan internasional ini lahir dari pengalaman pribadi Simpkin yang merasakan kegembiraan ketika menerima surat tulisan tangan di kotak suratnya.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Setiap 1 September diperingati sebagai Hari Penulisan Surat Sedunia atau World Letter Writing Day. Peringatan internasional ini menjadi momentum untuk mendorong masyarakat mengenal kembali seni menulis surat sekaligus merasakan pengalaman berkomunikasi melalui tulisan tangan.
Hari Penulisan Surat Sedunia didirikan oleh Richard Simpkin, seorang penulis, seniman, dan fotografer asal Australia, pada 2014. Menurut laman World Letter Writing Day, peringatan tersebut lahir dari pengalaman Simpkin yang merasakan kegembiraan ketika menerima surat tulisan tangan di kotak suratnya.
Pada akhir 1990-an, Simpkin mulai menulis surat kepada orang-orang yang dianggapnya sebagai “Legenda Australia”. Ia kemudian merasa antusias ketika sejumlah tokoh tersebut membalas surat yang dikirimkannya.
Pengalaman tersebut mendorong Simpkin untuk mengabadikan kisah para “Legenda Australia” dalam sebuah buku. Pada 2005, ia menerbitkan buku berjudul Australian Legends.
Beberapa tahun kemudian, Simpkin menggagas sebuah hari khusus yang didedikasikan untuk kegiatan menulis surat. Hari Penulisan Surat Sedunia kemudian diperingati setiap 1 September sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi surat-menyurat di tengah perkembangan komunikasi digital.
Selain mendirikan peringatan tersebut, Simpkin turut mempromosikan kegiatan menulis surat melalui berbagai lokakarya di sekolah. Ia juga mengajak masyarakat dewasa untuk sejenak beristirahat dari media sosial dan kembali menikmati proses menulis surat secara langsung.
Peringatan ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk menulis, tetapi juga mengenang nilai personal yang terdapat dalam surat tulisan tangan. Setiap tulisan dapat menjadi bentuk ekspresi, kenangan, sekaligus cara untuk menyampaikan pesan secara lebih personal kepada orang lain.
Di tengah kemudahan mengirim pesan melalui berbagai platform digital, Hari Penulisan Surat Sedunia menjadi pengingat bahwa surat tulisan tangan masih memiliki nilai tersendiri. Menulis surat juga dapat menjadi kesempatan untuk memperlambat aktivitas sejenak dan menyampaikan pikiran melalui rangkaian kata yang ditulis secara langsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....