Hari Orangutan Sedunia, Kenali 6 Fakta Menarik
- 18 Agt 2026 08:48 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Hari Orangutan Sedunia diperingati setiap 19 Agustus sebagai momentum meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kelestarian orangutan dan habitat hutan hujan.
- Terdapat tiga spesies orangutan yang dikenal: orangutan Kalimantan, orangutan Sumatra, dan orangutan Tapanuli, semuanya dalam kondisi sangat terancam punah.
- Ketiga spesies orangutan menghadapi berbagai tekanan terhadap populasi dan habitatnya yang terus mengalami degradasi.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hari Orangutan Sedunia diperingati setiap 19 Agustus sebagai momentum untuk mengenal lebih jauh kehidupan orangutan serta berbagai ancaman yang dihadapinya. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian orangutan dan habitat hutan hujan.
Dilansir dari worldanimalprotection.org, terdapat tiga spesies orangutan yang dikenal saat ini, yakni orangutan Kalimantan, orangutan Sumatra, dan orangutan Tapanuli. Ketiganya berada dalam kondisi sangat terancam punah akibat berbagai tekanan terhadap populasi dan habitatnya.
Orangutan terutama mengonsumsi buah-buahan dan memiliki peran penting dalam menyebarkan biji di kawasan hutan hujan. Karena perannya yang membantu menjaga keberlangsungan ekosistem.
Perdagangan satwa untuk pasar hewan peliharaan eksotis juga menjadi ancaman serius bagi orangutan. Dalam proses perburuan dan perdagangan, banyak orangutan lainnya dapat terbunuh, sementara sebagian satwa yang diperdagangkan tidak mampu bertahan selama perjalanan.
Orangutan betina memiliki siklus reproduksi yang sangat panjang dan umumnya melahirkan setiap tujuh hingga delapan tahun. Jarak kelahiran tersebut merupakan salah satu yang terpanjang di antara mamalia, sehingga pemulihan populasi orangutan berlangsung relatif lambat.
Orangutan liar juga diketahui memanfaatkan tumbuhan tertentu untuk membantu mengatasi peradangan pada sendi dan otot. Perilaku tersebut menunjukkan kemampuan orangutan dalam memanfaatkan sumber daya alami di habitatnya.
Deforestasi, penebangan hutan, perluasan perkebunan kelapa sawit, konflik manusia dan satwa, serta perdagangan ilegal menjadi sejumlah ancaman utama bagi orangutan. Berbagai tekanan tersebut menyebabkan habitat semakin menyusut dan meningkatkan risiko terhadap keberlangsungan populasinya.
Melalui Hari Orangutan Sedunia, masyarakat diajak mengenal keunikan orangutan sekaligus memahami pentingnya perlindungan satwa tersebut. Menjaga hutan dan menghentikan perdagangan satwa ilegal menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan orangutan di alam liar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....