Sejarah Hari Fotografi Sedunia yang Diperingati 19 Agustus
- 18 Agt 2026 08:36 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Hari Fotografi Sedunia diperingati setiap tanggal 19 Agustus sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan seni dan teknologi fotografi serta perannya dalam merekam peristiwa dan menyimpan sejarah.
- Penemuan dan pengembangan proses fotografi oleh Louis Daguerre dan William Henry Fox Talbot pada abad ke-19 menjadi tonggak penting yang mengubah cara manusia mengabadikan momen.
- Fotografi memainkan peran signifikan dalam mendokumentasikan kehidupan dan menyampaikan cerita melalui gambar kepada generasi mendatang.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Setiap tanggal 19 Agustus, dunia memperingati Hari Fotografi Sedunia atau World Photography Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perkembangan seni dan teknologi fotografi serta perannya dalam merekam peristiwa, menyimpan sejarah, dan menyampaikan cerita melalui gambar.
Dilansir dari worldphotographyday.com, sejarah fotografi tidak lepas dari perkembangan teknologi pada abad ke-19. Penemuan dan pengembangan proses fotografi oleh Louis Daguerre dan William Henry Fox Talbot menjadi tonggak penting yang mengubah cara manusia mengabadikan momen dan mendokumentasikan kehidupan.
Gagasan untuk menetapkan hari khusus bagi fotografi pertama kali diusulkan guru fotografi asal India, OP Sharma, pada 1988. Ia kemudian menghubungi berbagai kelompok fotografi untuk mengembangkan gagasan tersebut hingga peringatan Hari Fotografi Sedunia pertama kali diselenggarakan pada 1991.
Seiring perkembangan teknologi dan internet, peringatan tersebut semakin dikenal di berbagai negara. Sejak 2010, istilah World Photo Day semakin dipromosikan secara daring dan berkembang menjadi perayaan fotografi global yang diisi berbagai kegiatan, termasuk pameran, lokakarya, kegiatan fotografi, serta berbagi karya.
Pemilihan tanggal 19 Agustus berkaitan dengan pengumuman proses daguerreotype oleh pemerintah Prancis pada 19 Agustus 1839. Proses yang dikembangkan Louis Daguerre tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah fotografi dan kemudian berkontribusi terhadap perkembangan teknologi fotografi modern.
Hari Fotografi Sedunia juga menjadi kesempatan bagi fotografer profesional maupun amatir untuk membagikan karya dan merayakan fotografi sebagai bentuk seni. Fotografi tidak hanya menghasilkan gambar, tetapi juga menjadi media ekspresi, komunikasi, dokumentasi, dan sarana untuk menceritakan berbagai peristiwa.
| Baca juga: Hari Pramuka ke-65, Ini Makna Tema 2026 |
Fotografi memiliki peran penting dalam merekam sejarah, budaya, kehidupan sehari-hari, dan perubahan sosial. Melalui foto, berbagai peristiwa dapat dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari dokumentasi visual.
Peringatan Hari Fotografi Sedunia juga mendorong masyarakat memahami aspek teknis, kreativitas, serta etika dalam menghasilkan dan menggunakan gambar. Momentum ini sekaligus meningkatkan literasi visual dan kesadaran bahwa sebuah foto dapat memberikan informasi serta membentuk cara masyarakat memahami suatu peristiwa.
Secara keseluruhan, Hari Fotografi Sedunia menjadi pengingat bahwa fotografi memiliki kekuatan untuk menginspirasi, memberikan informasi, mengabadikan sejarah, dan menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang. Perkembangan teknologi membuat fotografi semakin mudah diakses, tetapi nilai sebuah foto tetap terletak pada kemampuannya dalam merekam dan menyampaikan cerita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....