Hari Kemanusiaan Sedunia 2026 "Families of Fallen Humanitarians"

  • 20 Agt 2026 07:49 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Hari Kemanusiaan Sedunia diperingati setiap 19 Agustus untuk menghormati pekerja kemanusiaan dan tenaga kesehatan yang bekerja di tengah konflik dan krisis.
  • Peringatan ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2008 untuk mengenang pengeboman kantor PBB di Baghdad pada 2003.
  • Hari Kemanusiaan Sedunia juga menjadi pengingat atas risiko dan tantangan yang dihadapi para pekerja kemanusiaan saat memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hari Kemanusiaan Sedunia atau World Humanitarian Day diperingati setiap 19 Agustus sebagai momentum untuk menghormati para pekerja kemanusiaan dan tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas di tengah konflik maupun krisis. Peringatan ini juga menjadi pengingat atas risiko yang dihadapi mereka saat memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dilansir dari laman WHO, Hari Kemanusiaan Sedunia ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2008 untuk mengenang pengeboman kantor PBB di Baghdad pada 2003. Peringatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para pekerja kemanusiaan di seluruh dunia.

Kampanye global tahun ini yang dipimpin Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengangkat tema “Families of Fallen Humanitarians” atau “Keluarga Pejuang Kemanusiaan yang Gugur”. Kampanye tersebut menyoroti kisah pribadi para pekerja kemanusiaan yang gugur melalui suara keluarga, orang terdekat, dan masyarakat yang mereka tinggalkan.

Bagi WHO, Hari Kemanusiaan Sedunia menjadi kesempatan untuk mengenang tenaga kesehatan dan pekerja kemanusiaan yang kehilangan nyawa saat menjalankan tugas. Peringatan ini juga mengapresiasi tenaga kesehatan yang terus memberikan pelayanan di lingkungan yang penuh tantangan dan berbahaya.

WHO menyebut upaya perlindungan terhadap layanan kesehatan telah mendapat perhatian internasional melalui berbagai resolusi. Pada 2012, Majelis Kesehatan Dunia meminta WHO memimpin pengumpulan dan penyebarluasan informasi mengenai serangan terhadap layanan kesehatan, sementara Resolusi Dewan Keamanan PBB 2286 tahun 2016 mengecam serangan terhadap fasilitas dan tenaga medis dalam konflik.

Sejak sistem pemantauan serangan terhadap layanan kesehatan WHO diluncurkan pada Desember 2017, lebih dari 10.400 serangan telah didokumentasikan di 29 negara dan wilayah. Serangan tersebut mengakibatkan lebih dari 5.700 orang meninggal dunia dan 8.500 lainnya mengalami luka-luka.

Pada tahun ini, WHO mencatat 914 serangan terhadap layanan kesehatan yang menyebabkan 911 kematian dan 1.486 orang terluka. Sebagian besar serangan dilaporkan terjadi di Ukraina, Lebanon, wilayah Palestina yang diduduki, dan Myanmar.

Melalui Hari Kemanusiaan Sedunia, WHO kembali menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati dan melindungi tenaga kesehatan, pasien, fasilitas kesehatan, serta transportasi medis sesuai hukum humaniter internasional. Perlindungan terhadap layanan kesehatan dinilai penting untuk menjaga keselamatan manusia, memastikan akses terhadap layanan dasar, dan mempertahankan ketahanan sistem kesehatan saat paling dibutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....