Hari Mangrove Sedunia, Momentum Jaga Ekosistem Pesisir

  • 26 Jul 2026 12:44 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap 26 Juli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove.
  • UNESCO menetapkan Hari Internasional Konservasi Ekosistem Mangrove pada 2015 melalui Konferensi Umum UNESCO.
  • Peringatan ini mengajak berbagai pihak memperkuat upaya konservasi hutan mangrove secara berkelanjutan untuk kehidupan dan lingkungan.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap 26 Juli sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Peringatan ini juga mengajak berbagai pihak memperkuat upaya konservasi hutan mangrove secara berkelanjutan.

Dilansir dari laman resmi UNESCO, Hari Internasional Konservasi Ekosistem Mangrove ditetapkan oleh Konferensi Umum UNESCO pada 2015. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan dan lingkungan.

Mangrove merupakan ekosistem unik yang berada di antara daratan dan lautan. Hutan mangrove berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, melindungi masyarakat pesisir, mendukung ketahanan pangan, serta menjadi benteng alami terhadap badai dan abrasi pantai.

Selain itu, tanah di kawasan mangrove mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu ekosistem karbon biru yang sangat bernilai.

Namun, UNESCO mencatat keberadaan hutan mangrove terus mengalami penurunan. Laju kehilangan mangrove diperkirakan tiga hingga lima kali lebih cepat dibandingkan hilangnya hutan secara global.

Dalam 40 tahun terakhir, luas kawasan mangrove di dunia diperkirakan telah berkurang hingga setengahnya. Kondisi tersebut berdampak terhadap keseimbangan ekologi, kehidupan sosial masyarakat pesisir, hingga perekonomian.

UNESCO terus mendorong pelestarian mangrove melalui berbagai program, termasuk di kawasan Cagar Biosfer, Situs Warisan Dunia, dan UNESCO Global Geoparks. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pengelolaan dan perlindungan ekosistem mangrove di berbagai negara.

Lembaga tersebut juga berkomitmen melindungi, mengelola, dan memulihkan ekosistem karbon biru, seperti mangrove, padang lamun, serta rawa pasang surut. Upaya itu menjadi bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Ekosistem mangrove yang sehat tidak hanya menjadi habitat berbagai spesies laut, tetapi juga mendukung stok ikan, menjaga kualitas air, memperkuat ketahanan pangan, serta melindungi garis pantai dari erosi dan gelombang badai. Karena itu, Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan mangrove bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....