Patriotisme Gen Z Diwujudkan lewat Aksi dan Prestasi
- 26 Agt 2026 20:46 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Patriotisme generasi muda tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik tetapi diwujudkan melalui aksi nyata, kepedulian sosial, edukasi digital, dan pelestarian budaya daerah.
- Ketua OSIM MAN 2 Banjarmasin, Ramadan Aditya Ardianto, menjelaskan perbedaan nasionalisme dan patriotisme dalam siaran NGOBRAS RRI Pro1 Banjarmasin pada 24 Agustus 2026.
- Generasi Z dapat menjaga kedaulatan bangsa dengan menyebarkan pengaruh positif dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemaknaan patriotisme di kalangan generasi muda saat ini tidak lagi terbatas pada perjuangan fisik, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan prestasi. Perubahan zaman mendorong pelajar memaknai semangat kebangsaan melalui kepedulian sosial, edukasi digital, serta pelestarian budaya daerah.
Dalam siaran "NGOBRAS" RRI Pro1 Banjarmasin yang disiarkan langsung, Senin, 24 Agustus 2026, Ketua OSIM MAN 2 Banjarmasin, Ramadan Aditya Ardianto, menjelaskan perbedaan nasionalisme dan patriotisme dari sisi gagasan dan tindakan. Menurutnya, generasi Z dapat menjaga kedaulatan bangsa dengan menyebarkan pengaruh positif dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Semangat gotong royong, seperti pembagian masker saat terjadi bencana kabut asap, menjadi salah satu bentuk aksi nyata patriotisme pelajar. Ramadan menilai perjuangan generasi muda saat ini juga diarahkan untuk mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menghakimi fenomena kenakalan remaja tanpa memahami akar persoalan yang dihadapi. Menurutnya, pendekatan yang lebih edukatif dan persuasif diperlukan agar generasi muda mampu memperbaiki diri dan berkembang secara positif.
"Patriotisme bagi Gen Z adalah tindakan nyata untuk saling membantu dan mengedukasi kawan sebaya agar terhindar dari perilaku menyimpang," ujarnya. “Kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian dari kontribusi anak muda bagi bangsa.”
Sementara itu, Anggota OSIS Divisi Olahraga dan Seni SMK NU Banjarmasin, Muhammad Sendra, menilai jiwa nasionalisme dapat dibuktikan melalui karya dan prestasi. Aktivitas olahraga seperti futsal serta keterlibatan dalam pentas seni daerah menjadi sarana pelajar untuk mengharumkan nama sekolah dan daerah.
Pengenalan pakaian adat Sasirangan pada hari-hari tertentu di lingkungan sekolah juga terus dilakukan sebagai upaya menjaga budaya lokal. Menurut Sendra, pelestarian budaya menjadi salah satu cara generasi muda mempertahankan identitas daerah di tengah pengaruh budaya asing.

Sendra menepis anggapan bahwa generasi Z cenderung apatis dan tidak peduli terhadap masa depan bangsa. Keterlibatan pelajar dalam berbagai kompetisi olahraga dan kegiatan seni dinilai menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki ruang untuk berkontribusi.
"Kehadiran kami di ruang publik dan arena olahraga adalah bukti bahwa kami memiliki jiwa patriotisme yang siap berkontribusi," ucapnya. “Prestasi yang diraih juga dapat menjadi bentuk pengabdian kepada sekolah dan daerah.”
Kedua perwakilan pelajar Banjarmasin tersebut sepakat bahwa sinergi antara sekolah, keluarga, dan media massa sangat menentukan arah perkembangan remaja. Guru dan orang tua diharapkan memberikan keteladanan positif serta ruang bagi anak untuk mengembangkan bakat tanpa hanya mengandalkan aturan yang kaku.
Setiap anak muda memiliki bakat dan potensi yang perlu mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Dukungan tersebut penting agar generasi penerus mampu tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.
Semangat kebangsaan yang ditunjukkan para pelajar menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter generasi muda di Kalimantan Selatan. Kolaborasi antargenerasi diharapkan terus terjalin untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....