Penguatan Patriotisme Generasi Muda Perlu Teladan Nyata
- 26 Agt 2026 20:21 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Semangat patriotisme di era digital memerlukan ruang berekspresi dan pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik generasi muda Gen Z.
- Penanaman nilai kebangsaan tidak dapat hanya dilakukan secara seremonial, tetapi perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kehidupan kontemporer.
- Orang tua dan pemangku kebijakan harus memberikan ruang kepada anak muda untuk mengembangkan potensi mereka sesuai dengan perkembangan zaman.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Semangat patriotisme pada era digital perlu diwujudkan melalui ruang berekspresi dan pendampingan yang sesuai dengan karakter generasi muda. Penanaman nilai kebangsaan dinilai tidak cukup dilakukan secara seremonial, tetapi perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kehidupan Gen Z.
Dalam siaran "NGOBRAS" RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 24 Agustus 2026, Ketua PC Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Banjarmasin, Drs. Alimun Hakim atau yang akrab disapa Datoe Badock Kalimantan, menegaskan pentingnya pendekatan yang adaptif dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda. Menurutnya, orang tua dan pemangku kebijakan perlu memberikan ruang kepada anak muda untuk mengembangkan potensi sesuai perkembangan zaman.
Para orang tua dan pemangku kebijakan diharapkan tidak menerapkan aturan yang terlalu kaku hingga membatasi kreativitas generasi muda. Pola pembinaan yang selama ini diterapkan perlu disesuaikan agar generasi penerus dapat berkontribusi secara optimal di tengah perkembangan teknologi.
Datoe Badock menyoroti fenomena krisis identitas dan kenakalan remaja yang kerap mendapat penilaian negatif dari masyarakat. Menurutnya, sejumlah potensi generasi muda justru dapat terhambat akibat minimnya apresiasi dan kurangnya wadah pembinaan yang komunikatif.
"Kita jangan hanya pintar menghakimi anak-anak muda, tetapi harus mampu memberikan teladan nyata dalam tindakan sehari-hari," ujarnya. “Anak muda membutuhkan contoh dan ruang untuk menunjukkan kemampuannya.”
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa sebagai fondasi pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Nilai pengorbanan para pejuang kemerdekaan perlu diwariskan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, para pendiri republik telah memberikan teladan mengenai semangat pengorbanan tanpa pamrih demi kemajuan bangsa, termasuk dalam bidang pendidikan dan pembangunan generasi penerus. Nilai tersebut perlu diteruskan dengan cara yang relevan dengan tantangan generasi saat ini.
Datoe Badock menilai sektor pendidikan formal juga perlu memberikan ruang lebih luas bagi kreativitas peserta didik. Dukungan sekolah dan pemerintah daerah diperlukan agar generasi muda dapat mengembangkan prestasi di berbagai bidang tanpa terbebani birokrasi yang menghambat.
Sinergi antarelemen masyarakat juga dinilai penting untuk membendung dampak negatif arus globalisasi yang berpotensi memengaruhi karakter remaja. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan media dapat memperkuat pembinaan generasi muda.
Lebih lanjut, Ketua PC PPM Kota Banjarmasin tersebut mengajak seluruh komponen bangsa untuk saling merangkul dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Keberadaan media penyiaran publik seperti RRI dinilai strategis sebagai jembatan komunikasi antara generasi senior dan generasi Z.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai karya anak mudanya serta memberi kesempatan mereka untuk berkembang," katanya. “Dengan begitu, semangat patriotisme dapat tumbuh melalui karya dan kontribusi nyata.”
Semangat kemerdekaan pada Agustus diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi bagi bangsa. Komitmen bersama tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kalimantan Selatan yang berkarakter kuat, berdaya saing, dan berjiwa patriotik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....