Literasi dan Karakter Jadi Bekal Penting Generasi Muda

  • 11 Agt 2026 18:32 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Remaja memerlukan ruang berkelanjutan untuk mengembangkan literasi, keterampilan, produktivitas, dan karakter guna menghadapi tantangan zaman.
  • Penguatan kemampuan generasi muda penting agar mereka mampu beradaptasi, percaya diri, dan berani mencoba hal baru dalam menghadapi perubahan.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Remaja membutuhkan ruang yang berkelanjutan untuk mengembangkan literasi, keterampilan, produktivitas, dan karakter dalam menghadapi tantangan zaman. Penguatan kemampuan tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu beradaptasi, percaya diri, dan berani mencoba hal baru.

Hal tersebut dibahas dalam Program Cerita di Siang Hari RRI Pro 1 Banjarmasin, Selasa, 11 Agustus 2026. Dialog yang mengangkat buku serial motivasi remaja Kai Mo tersebut digelar menjelang peringatan Hari Remaja Internasional.

Program tersebut menghadirkan Buyung Amrullah, pemerhati sosial, sociopreneur, Direktur Linkub Indonesia, Productivity Partner, dan penggagas Ruang Latih ABG. Narasumber lainnya ialah Dr. Mansyur, M.Hum., sejarawan Banjar dan peneliti pendidikan karakter berbasis keteladanan tokoh.

Dialog juga menghadirkan Andi Alfian, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP Uniska MAB Banjarmasin. Ia juga menjabat Ketua Asrama Mahasiswa Bersujud 1 Tanah Bumbu Kota Banjarmasin 2026 serta Duta Wisata Tanah Bumbu dan Wakil III Putra Tenun 2025.

Buyung mengatakan rendahnya literasi, produktivitas, dan keterampilan menjadi tantangan penting yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, remaja membutuhkan ruang untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, dan belajar beradaptasi dengan lingkungan.

"Kita tidak bisa menyalahkan remaja karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap proses mereka tumbuh dan berkembang," ucap Buyung. "Ruang untuk melatih keterampilan perlu disediakan secara berkesinambungan dan terarah."

Buyung memperkenalkan Ruang Latih ABG atau Akademi Bujang Gesit di Sungai Andai, Banjarmasin. Program tersebut menyasar remaja berusia 13 hingga 17 tahun dan ditargetkan mendampingi lebih dari seribu remaja selama tiga tahun.

Buku Kai Mo menjadi bagian dari program Buku Pandu Bujang Gesit sebagai suplemen edukasi bagi remaja. Buku tersebut mengangkat kisah HM Badri, tokoh pejuang yang memimpin pertempuran 7 Februari 1946 di Pagatan, Tanah Bumbu.

Sementara itu, Mansyur menilai buku tersebut penting karena literasi sejarah dapat mengenalkan tokoh lokal kepada generasi muda. Menurutnya, keteladanan tokoh dapat menjadi sumber nilai sekaligus inspirasi bagi remaja.

"Generasi muda adalah penggerak roda zaman, sehingga sudah sepatutnya tampil menjadi pilar dalam memajukan bangsa," ucapnya. "Ilmu juga harus ada, adab juga harus ada agar menjadi panduan remaja untuk sukses menjalani kehidupan."

Di kesempatan yang sama, Andi Alfian menilai tantangan remaja saat ini antara lain rasa tidak percaya diri, berpikir berlebihan, dan takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, remaja membutuhkan ruang untuk berdiskusi, didengarkan, mendapatkan contoh, serta diberi kesempatan mencoba.

"Jangan takut berproses karena setiap remaja tumbuh dalam konteks yang berbeda," ujarnya. "Yang penting, jangan berhenti belajar dan berani mencoba hal baru."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....