Karhutla Kalsel Picu “Eco-Anxiety” di Masyarakat
- 21 Agt 2026 18:24 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis masyarakat.
- Eco-anxiety adalah bentuk kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang terus memburuk akibat ancaman kebakaran.
- Paparan asap dan ancaman kebakaran dapat memicu gangguan psikologis serius di kalangan masyarakat yang terpapar langsung maupun tidak langsung.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga kondisi psikologis. Ancaman kebakaran dan paparan asap dapat memicu eco-anxiety, yaitu kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan terhadap kondisi lingkungan yang memburuk.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Rifqa Amalia Azzyati, S.Psi., M.A., dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 21 Agustus 2026. Menurutnya, istilah eco-anxiety berasal dari kata ecology yang berarti ekologi dan anxiety yang berarti kecemasan.
"Bencana ekologi akibat dari ketidakseimbangan ekosistem dan kerusakan lingkungan yang mengancam psikologis lingkungan hidup sekitar kita. Respons cemas, khawatir, dan takut akibat keadaan alam yang tidak baik-baik saja itu adalah hal normal," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan pengamatannya, perilaku masyarakat mulai berubah akibat karhutla. Perubahan tersebut terlihat dari penggunaan masker, pergerakan yang cenderung lebih lambat akibat jarak pandang yang terbatas oleh asap, serta menurunnya kondisi kesehatan warga.
Kecemasan juga terlihat dari kekhawatiran orang tua terhadap kesehatan pernapasan anak-anak mereka. Kondisi tersebut kemudian memicu rasa waswas dan ketakutan yang semakin meluas terhadap berbagai dampak karhutla.
Menurut Rifqa, pengalaman langsung menghadapi bencana ekologis menjadi salah satu pemicu utama eco-anxiety. Untuk menguranginya, masyarakat dapat berfokus pada hal-hal yang masih dapat dikendalikan karena bencana ekologis merupakan peristiwa yang berada di luar kendali individu.
Ia menjelaskan, rasa kendali diri atau sense of control dapat dibangun melalui tindakan kecil yang bermakna. Menerapkan pola hidup sehat dan melakukan hobi yang menyenangkan dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mengalihkan rasa cemas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....