Kolaborasi Lintas Etnis untuk Pengembangan Pariwisata Kalimantan Selatan

  • 06 Agt 2026 05:02 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Potensi pariwisata Kalimantan Selatan dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan. Namun kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat masih sangat dibutuhkan sehingga mampu menjadi daya tarik yang berkelanjutan.

Ketua IKASBA Kalimantan Selatan Aliansyah Mahadi (Didiet), mengatakan Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya, kuliner, hingga wisata alam yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Namun, menurutnya, potensi tersebut perlu dikemas lebih kreatif agar mampu bersaing dengan daerah lain.

"Kalau semua elemen masyarakat dilibatkan dan didukung pemerintah, budaya Banjar beserta keunikannya bisa menjadi daya tarik wisata yang lebih kuat. Susur sungai, kuliner, hingga tradisi lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ujarnya dalam Ragam Budaya PRO 4 RRI Banjarmasin, Senin, 3 Agustus 2026.

Ragam Budaya menghadirkan perwakilan dari Ikatan Kerukunan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalimantan Selatan. Tema yang diangkat adalah "Upaya Peningkatan Sektor Pariwisata di Kalimantan Selatan membahas tantangan sekaligus peluang pengembangan sektor pariwisata di Banua.

Didiet menyatakan pentingnya menghidupkan kembali ikon-ikon wisata dan budaya lokal yang pernah dikenal masyarakat. Menurutnya, inovasi dari generasi muda menjadi salah satu kunci agar sektor pariwisata terus berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

Sementara itu, Rakhmat Basuki perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa Tengah menilai persoalan utama pengembangan pariwisata bukan hanya terletak pada keberadaan objek wisata. Pengembangan pariwisata juga pada pengelolaan yang berkelanjutan. Disebutkan, banyak destinasi memiliki potensi besar, namun belum didukung pemeliharaan fasilitas dan aksesibilitas yang memadai.

"Objek wisata kita sebenarnya bagus, tetapi manajemen dan perawatannya harus terus dijaga. Selain itu, akses menuju lokasi wisata, penginapan, serta pemberdayaan UMKM dan Pokdarwis juga perlu diperkuat agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik," katanya.

Menurutnya, pengembangan pariwisata juga harus diiringi dengan promosi yang konsisten serta penyediaan produk khas daerah sebagai oleh-oleh. Sehingga keberadaannya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, Masrani Noor (guteh) perwakilan Kerukunan Keluarga Madura menegaskan keberhasilan sektor pariwisata memerlukan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Guteh mengapresiasi berbagai upaya pemerintah daerah dalam membangun destinasi wisata, namun menilai partisipasi masyarakat tetap menjadi faktor penentu.

"Kita tidak bisa menyerahkan semuanya kepada pemerintah. Semua elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan lintas etnis yang tergabung di IKASBA, harus ikut mendukung agar sektor pariwisata terus berkembang," katanya.

Diharapkan pengembangan pariwisata Kalimantan Selatan tidak hanya berorientasi pada pembangunan destinasi baru. tetapi juga memperkuat pengelolaan, pelestarian budaya, peningkatan kualitas pelayanan,. Selain itu adanya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....