Kolaborasi Digitalisasi Bank Sampah Wujudkan Solusi Kebersihan Lingkungan

  • 26 Agt 2026 06:25 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pemikiran interaktif dari berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mewujudkan tata kelola lingkungan yang modern, transparan, dan berkelanjutan.
  • Platform Ratikita dikembangkan untuk mempermudah transaksi manajemen bank sampah melalui teknologi informasi yang inovatif.
  • Kolaborasi teknis pengembang platform dan partisipasi aktif warga menjadi kunci utama kesuksesan ekosistem digitalisasi sampah.

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Pentingnya keterlibatan publik dalam memperkuat ekosistem digitalisasi sampah. Kolaborasi teknis pengembang platform serta partisipasi aktif warga dalam memanfaatkan teknologi daur ulang.

Dalam siaran Green Radio RRI Pro 1 Banjarmasin edisi Sabtu, 22 Agustus 2026, Pengembang Sistem Digital Ratikita, Rajibi, mengungkapkan bahwa inovasi teknologi informasi dihadirkan untuk mempermudah transaksi manajemen bank sampah. Pemikiran interaktif dari berbagai pemangku kepentingan menjadi landasan utama untuk mewujudkan tata kelola lingkungan yang modern dan transparan.

Rajibi juga menjelaskan, Aplikasi berbasis web dan seluler dirancang khusus dengan antarmuka yang ramah pengguna agar mudah dioperasikan oleh seluruh lapisan warga. "Kami membangun infrastruktur sistem ini agar masyarakat dari kalangan pemuda hingga lansia dapat mengakses layanan tanpa hambatan teknis," ujarnya.

Rajibi menambahkan bahwa penguatan fitur kecerdasan buatan terbaru di tahun 2026 memungkinkan verifikasi otomatis atas komoditas yang disetorkan. Integrasi asisten virtual tersebut memberi kepastian informasi harga serta klasifikasi limbah anorganik secara instan melalui saluran pesan digital. Sistem cerdas ini disiapkan untuk melayani pemindaian jenis sampah serta kalkulasi nilai ekonomi warga secara akurat.

Antusiasme masyarakat terhadap program pengolahan limbah ini tercermin dari respons pendengar RRI Pro 1 Banjarmasin yang menyampaikan pandangannya. Warga Banjarmasin, Haji Idehamsyah, menyampaikan apresiasi sekaligus masukan berharga mengenai pentingnya edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat akar rumput. Ia menekankan perlunya sinergi antara edukasi lapangan dan penyediaan wadah penampungan sampah yang teratur di pemukiman warga.

Potensi pemanfaatan lahan daerah dapat di gunakan untuk mendukung rantai pasok pengiriman komoditas daur ulang. Partisipasi warga dinilai menjadi kunci vital agar gerakan bank sampah digital tidak hanya terpusat di perkotaan tetapi juga menjangkau wilayah pelosok. Dukungan fasilitas transit dan pemilahan yang memadai sangat dibutuhkan agar sampah warga dapat diolah secara optimal.

Selain penguatan aspek teknis dan partisipasi masyarakat, Humas Ratikita, Hidayatullah, turut menggarisbawahi pentingnya perluasan jejaring kemitraan antarinstansi. Edukasi publik yang konsisten dinilai mampu mengubah kebiasaan buang sampah sembarangan menjadi tindakan memilah limbah yang menghasilkan daya guna. Kehadiran platform digital menjadi jembatan penghubung yang efisien antara penghasil sampah dan industri daur ulang nasional.

Kebersamaan antara inovator muda dan elemen masyarakat diharapkan terus melahirkan aksi nyata bagi kelestarian alam Kalimantan Selatan. Kesadaran kolektif yang terbangun lewat siaran radio menjadi modal sosial berharga untuk menciptakan lingkungan daerah yang bersih dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....