Pendidikan Seksual sejak Dini Cegah Kekerasan pada Anak
- 28 Jul 2026 19:46 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Pendidikan seksual perlu diberikan sesuai usia sejak dini
- Keluarga menjadi benteng pertama pencegahan kekerasan seksual
- Kolaborasi sekolah dan masyarakat memperkuat perlindungan anak
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pendidikan seksual yang diberikan secara tepat sejak usia dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak dan remaja. Pemahaman yang sesuai usia membantu anak mengenali batas tubuh, memahami risiko, serta berani melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.
Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari, Dr. Hj. Norlaila, M.Ag., M.Pd., dalam Dialog Pengarusutamaan Gender di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 27 Juli 2026. Menurutnya, anggapan bahwa pendidikan seksual merupakan hal yang tabu masih menjadi tantangan di tengah masyarakat.
“Pendidikan seksual tidak membuat anak menjadi penasaran apabila diberikan sesuai usia dan dilakukan secara bertahap,” ujar Dr. Hj. Norlaila. “Justru anak akan memiliki bekal untuk memahami tubuhnya serta mengetahui mana perilaku yang pantas dan tidak pantas.”
Ia menjelaskan, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan membentuk karakter anak. Orang tua tidak hanya bertugas memberikan nasihat, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga etika, membangun komunikasi, dan menghormati privasi di lingkungan keluarga.
“Orang tua harus mengenalkan fungsi tubuh, menjaga privasi keluarga, sekaligus mengawasi penggunaan media digital anak,” ucapnya. “Semua itu merupakan bagian dari upaya preventif terhadap kekerasan seksual.”
Norlaila menambahkan, perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga. Sekolah dan masyarakat juga perlu berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Kalau keluarga, sekolah, dan masyarakat menjalankan fungsinya dengan baik, peluang terjadinya kekerasan seksual akan semakin kecil,” katanya. “Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah peristiwa terjadi.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....