Lankar Indonesia Bangun Kepedulian Lingkungan Melalui Cara Menyenangkan

  • 03 Jul 2026 13:04 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kepedulian anak muda terhadap lingkungan terus tumbuh melalui berbagai komunitas yang menghadirkan gerakan kreatif dan berdampak bagi masyarakat. Salah satunya Lankar Indonesia yang hadir menjadi narasumber siaran dialog RRI Pro 2 Banjarmasin, Kamis, 2 Juli 2026.

Berdiri sejak 2023, Lankar Indonesia mengusung semangat menjaga lingkungan melalui pendekatan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan. Komunitas ini berupaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Ketua Umum Lankar Indonesia, Shofiyya Sholihah, menjelaskan nama Lankar berasal dari bahasa Banjar yang berarti keindahan alam. Filosofi tersebut menjadi landasan komunitas dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui aksi nyata yang menyenangkan.

"Kami ingin membangun komunitas yang menonjolkan sisi indah Indonesia," ujarnya. "Tidak hanya di Banjarmasin, tetapi sekarang juga sudah ada di Balangan, Jabodetabek, dan Surabaya."

Berbeda dengan kampanye lingkungan pada umumnya, Lankar Indonesia memilih pendekatan yang lebih santai dan dekat dengan masyarakat. Berbagai kegiatan seperti piknik, diskusi, dan aktivitas kreatif dimanfaatkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah.

Koordinator Kalimantan Selatan, Silvie Ananda Putri, mengatakan program komunitas mencakup pengembangan kegiatan dan produk hasil upcycle sampah. Program tersebut meliputi Buka Buku, Potluck, hingga Karya Kelana yang memadukan wisata dengan aktivitas kreatif berbasis lingkungan.

Selain menjalankan berbagai program, Lankar Indonesia juga mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi melalui konsep upcycle. Kegiatan tersebut turut memberdayakan ibu-ibu PKK agar memperoleh manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.

"Sampah bungkus permen jangan dibuang sembarangan hanya karena ukurannya kecil," ujar Silvie. "Kalau seribu orang berpikir seperti itu, sampah bungkus permen juga akan menjadi sangat banyak."

Lankar Indonesia terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas untuk memperluas gerakan menjaga lingkungan. Mereka berharap kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama dapat membantu mengurangi sampah sekaligus menjaga bumi tetap indah bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....