Pentingnya Memahami Perbedaan Difabel dan Disabilitas
- 29 Jun 2026 08:09 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Istilah difabel dan disabilitas masih kerap disalahartikan oleh masyarakat. Padahal, kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda dan berpengaruh terhadap cara pandang terhadap penyandang disabilitas.
Hal tersebut disampaikan Akademisi Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Antasari Banjarmasin, Helma Nuraini, S.Psi., M.Pd., dalam acara Ruang Disabilitas dan Inklusi di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 27 Juni 2026. Menurutnya, istilah disable mengandung makna tidak mampu sehingga seseorang dipandang selalu membutuhkan bantuan dan belas kasihan.
“Berbeda dengan different ability atau difabel yang berarti memiliki kemampuan yang berbeda,” ujarnya. “Melalui dukungan akses dan fasilitas yang tepat, penyandang difabel dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimilikinya.”
Helma menjelaskan, setiap penyandang disabilitas memiliki potensi yang dapat berkembang apabila ditempatkan sesuai kemampuan. Sebagai contoh, penyandang autisme dinilai lebih sesuai bekerja pada bidang yang membutuhkan fokus tinggi, seperti pemrograman atau investigasi.
“Penyandang autisme belum tentu cocok ditempatkan pada pekerjaan administrasi yang menuntut ketelitian dalam waktu singkat. Penempatan yang sesuai dengan kemampuan akan membantu mereka bekerja lebih optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, isu disabilitas tidak hanya berfokus pada kondisi individu, tetapi juga pada dukungan lingkungan dan sistem yang tersedia. Menurutnya, peran pemerintah sangat penting dalam menghadirkan regulasi dan kebijakan yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas.
“Peran pemerintah menjadi sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif,” kata Helma. “Hal itu diwujudkan melalui regulasi yang menjamin hak dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....