Stigma Hambat Penyandang Disabilitas Mental Berkembang
- 02 Agt 2026 14:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penyandang disabilitas mental masih menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari stigma, diskriminasi, hingga terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan bagi mereka untuk hidup mandiri dan berpartisipasi secara setara di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Akademisi sekaligus peneliti Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas UIN Antasari Banjarmasin, Helma Nuraini, M.Pd., dalam acara Ruang Disabilitas RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi penyandang disabilitas mental bukan hanya kondisi kesehatan yang dialami, tetapi juga rendahnya literasi masyarakat mengenai kesehatan mental.
“Tantangan terbesar bukan semata kondisi yang dialami penyandang disabilitas mental,” ujar Helma Nuraini. “Melainkan masih rendahnya literasi masyarakat mengenai kesehatan mental.”
Helma menjelaskan, stigma dan label negatif yang masih melekat di masyarakat sering kali membuat penyandang disabilitas mental kehilangan rasa percaya diri. Akibatnya, tidak sedikit dari mereka memilih menutup diri karena khawatir mengalami penolakan atau perlakuan yang tidak adil.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting sebagai sistem pendukung utama bagi penyandang disabilitas mental. Pendampingan yang penuh empati, penerimaan dari lingkungan, serta kemudahan akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.
Ia juga menekankan pentingnya membangun lingkungan yang inklusif agar penyandang disabilitas mental memiliki kesempatan yang sama untuk berinteraksi, belajar, bekerja, dan berkontribusi di tengah masyarakat. Upaya tersebut dinilai dapat membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermakna.
Helma berharap pemerintah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat terus memperkuat edukasi mengenai kesehatan mental serta memperluas layanan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan stigma dan diskriminasi dapat berkurang sehingga tercipta lingkungan yang lebih inklusif, adil, dan menghargai martabat setiap individu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....