Literasi Digital Penting untuk Lindungi Perempuan di Ruang Siber

  • 25 Jun 2026 16:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Media sosial telah menjadi ruang ekspresi, bisnis, dan interaksi yang sangat dekat dengan kehidupan perempuan, mulai dari remaja hingga ibu rumah tangga. Namun, ruang digital dinilai belum sepenuhnya ramah gender karena perempuan masih kerap menjadi sasaran berbagai ancaman siber.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Zainal Pikri, M.Ag., M.A., Ph.D., dalam acara Pengarusutamaan Gender di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 15 Juni 2026. Menurutnya, ancaman yang dihadapi perempuan di dunia digital meliputi perundungan siber, Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), hingga penipuan finansial yang memanfaatkan manipulasi emosi.

“Oleh karena itu, literasi digital bagi perempuan bukan lagi sekadar keterampilan teknis memakai aplikasi,” ujarnya. “Melainkan sebuah ilmu bela diri digital yang wajib dikuasai demi melindungi diri dan keluarga.”

Ia menjelaskan, literasi digital juga mencakup kemampuan menjaga keamanan dan etika dalam beraktivitas di dunia maya. Salah satunya dengan memahami konsep digital footprint atau jejak digital yang sulit dihapus serta menjaga privasi saat membagikan informasi di media sosial.

Zainal menambahkan, para orang tua perlu memahami risiko sharenting, yaitu kebiasaan membagikan foto atau data anak secara berlebihan di media sosial. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membuka peluang terjadinya kejahatan yang berawal dari penyalahgunaan informasi pribadi.

Selain itu, literasi digital juga penting untuk menjaga kesehatan mental. Perempuan dan remaja perlu memahami cara menghadapi tekanan akibat standar semu di media sosial, seperti fenomena fear of missing out (FOMO) dan body shaming.

“Aman secara psikologis dapat dilakukan dengan melawan tekanan mental akibat standar semu di media sosial,” ujarnya. “Penggunaan fitur keamanan seperti block, mute, dan restrict juga perlu dinormalisasi sebagai upaya menjaga kesehatan mental.”

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah cepat ketika menjadi korban pelecehan atau ancaman daring. Korban disarankan mendokumentasikan bukti, membatasi komunikasi dengan pelaku, dan mencari bantuan dari lembaga pendampingan yang berwenang.

Menurutnya, literasi digital juga berperan dalam melindungi kondisi finansial keluarga. Perempuan perlu mewaspadai berbagai modus penipuan siber, seperti love scam, penipuan berkedok kurir paket melalui file APK, undian palsu, hingga pencurian data pribadi yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....