Pertengahan 2026, Puluhan Ribu Warga Banjarmasin Rasakan Manfaat Layanan CKG
- 13 Jun 2026 13:37 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Banjarmasin hingga saat ini masih terus berjalan konsisten di lapangan. Tercatat hingga pertengahan tahun 2026 ini, sedikitnya ada 46.603 warga yang sudah merasakan langsung manfaat layanan skrining medis tersebut.
Capaian angka ini pun terus dipacu untuk memenuhi target sasaran yang telah ditentukan. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr. Dwi Atmi Susilastuti, mengungkapkan dalam perjalanannya, program ini memang sempat dihadapkan sejumlah kendala teknis.
Salah satu tantangan nyata di lapangan ialah terbatasnya sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan tugas penginputan data warga. Hal tersebut akhirnya berhasil diatasi, salah satunya dengan cara membuka program magang khusus bagi para mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di bidang kesehatan.
"Jadi melalui program magang ini kita libatkan langsung teman-teman mahasiswa di lapangan. Hal ini sangat membantu kita penginputan data yang selama ini jadi salah satu kendala kita," ujarnya kepada RRI.
Tantangan lain yang juga sempat terjadi di lapangan adalah persoalan administratif pada data para target sasaran CKG. Kendala ini berkaitan langsung dengan data kependudukan warga yang tidak terbaca sistem.
"Kita dibantu juga kemarin dengan Disdukcapil Banjarmasin. Alhamdulillah dengan bantuan dari berbagai SKPD ini program CKG bisa terus berjalan dengan baik," kata dr. Atmi.
Guna memaksimalkan capaian target, perluasan jangkauan program CKG ini terus dilakukan secara masif ke berbagai sektor. Pemeriksaan kesehatan kini tidak hanya berpusat di fasilitas kesehatan, melainkan juga menyasar pusat aktivitas masyarakat.
Tren positif pelaksanaan program CKG ini juga terlihat jelas di tingkat puskesmas, salah satunya di Puskesmas Banjarmasin Indah. Puskesmas dengan wilayah kerja di Kecamatan Banjarmasin Barat ini tercatat telah berhasil menjaring sebanyak 1.214 warga untuk memanfaatkan layanan ini.
Kepala Puskesmas Banjarmasin Indah, dr. Chusna Farida, menyebut tingginya angka capaian ini sejalan dengan besarnya antusiasme masyarakat jelata di lapangan. Respons positif ini diakui semakin mendorong progres yang baik dalam kesuksesan program prioritas nasional tersebut.
"Mungkin masyarakat melihatnya CKG ini sebagai wadah yang baik untuk bisa mendeteksi dini apakah ada potensi penyakit. Jadi memang lebih baik mencegah sebelum mengobati," katanya.
Berdasarkan hasil temuan medis dari program CKG di wilayahnya, kasus penyakit hipertensi terpantau masih menjadi tren yang mendominasi. Dokter Chusna mengonfirmasi penyakit tekanan darah tinggi tersebut sejauh ini memang masih menduduki peringkat teratas di Kota Banjarmasin.
Program CKG sendiri merupakan layanan skrining medis yang resmi diluncurkan oleh pemerintah pusat sejak Februari 2025 lalu. Pada tahun ini, program jaminan kesehatan nasional tersebut ditargetkan dapat menyasar hingga 130 juta jiwa penduduk di seluruh Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....