Literasi Digital Perkuat Kerukunan Beragama

  • 24 Feb 2026 18:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Media sosial menjadi tantangan terbesar dalam menjaga moderasi beragama di kalangan generasi muda saat ini. Hal tersebut disampaikan Anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Banjarmasin, Sisilia Putri, dalam dialog Moderasi Beragama RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menilai banyak konten provokatif sengaja dibuat untuk memancing emosi dan memperkeruh suasana. Potongan video tanpa konteks serta judul sensasional kerap memicu kesalahpahaman antarumat beragama.

“Banyak konflik di dunia maya sebenarnya bukan lahir dari iman, tetapi dari algoritma dan keinginan mencari perhatian,” ujar Sisilia Putri. “Jika tidak bijak, kita mudah terpancing dan ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar.”

Putri mengingatkan generasi muda agar lebih selektif sebelum membagikan informasi. Tidak semua ajakan debat perlu ditanggapi, terutama jika berpotensi memicu perpecahan.

“Memilih diam atau menyebarkan pesan yang menenangkan sering kali lebih bermanfaat,” katanya. “Jari kita di layar bisa berdampak nyata di dunia nyata.”

Baca juga: https://rri.co.id/banjarmasin/asta-cita/2208939/moderasi-beragama-harus-jadi-sikap-nyata⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Ia berharap organisasi kampus dan komunitas kepemudaan terus menjadi ruang dialog yang sehat. Menurutnya, kolaborasi lintas iman akan memperkuat rasa saling percaya di tengah masyarakat majemuk.

“Kami ingin Banjarmasin tetap aman dan nyaman untuk semua,” ucap Putri. “Hidup rukun bukan soal siapa yang paling benar, melainkan bagaimana tetap manusiawi di tengah perbedaan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....