Moderasi Beragama Harus Jadi Sikap Nyata

  • 24 Feb 2026 13:02 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Moderasi beragama harus diwujudkan dalam sikap nyata sehari-hari, bukan sekadar menjadi istilah yang ramai diperbincangkan. Hal tersebut disampaikan Perwakilan Muda Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Banjarmasin, Muhammad William Syabani, dalam dialog Moderasi Beragama RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 26 Februari 2026.

Menurutnya, kehidupan di Banjarmasin membuat generasi muda terbiasa berinteraksi dengan perbedaan agama dan budaya. Kondisi tersebut menuntut kedewasaan agar keyakinan tetap kokoh tanpa merendahkan pihak lain.

“Moderasi beragama bagi saya adalah yakin dengan ajaran sendiri, tetapi tidak merasa paling benar,” ujar Muhammad William Syabani. “Kita bisa teguh dalam iman tanpa harus menyalahkan orang lain.”

Ia menilai kerukunan tidak berarti mencampuradukkan ajaran agama. Yang perlu dijaga adalah sikap saling menghormati dalam kehidupan sosial.

“Tidak semua hal harus dikomentari dan tidak semua perbedaan perlu diperdebatkan,” katanya. “Terkadang cukup menjaga ucapan dan sikap, suasana sudah terasa nyaman.”

William juga mencontohkan suasana kebersamaan pada momen budaya seperti Imlek maupun menjelang Ramadan. Menurutnya, perbedaan tidak dihapus, melainkan dirawat dengan rasa saling percaya.

“Selama ada empati dan akal sehat, agama akan menjadi sumber ketenangan,” ujarnya. “Itulah yang ingin terus kami jaga di tengah masyarakat Banua.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....