Semangat Hari Pahlawan Perekat Keberagaman Etnis di Banua

  • 11 Nov 2025 12:17 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Siaran Ragam Budaya Pro4 RRI Banjarmasin edisi Senin, 10 November 2025 menghadirkan suasana penuh semangat kebangsaan melalui tema “Momentum Hari Pahlawan Sebagai Perekat Kekuatan Etnis/Suku di Banua.”

Hadir sebagai narasumber tiga tokoh dari Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalimantan Selatan, yakni Drs. Aliansyah Mahadi, MAP (Pa Didit) selaku Ketua IKASBA, Rahmad Basuki, SE (Pa Bas) sebagai perwakilan etnis Jawa, dan Ratu (Acil Ratu) mewakili perempuan Banjar.

Acara ini mengajak pendengar untuk merefleksikan makna perjuangan pahlawan dalam menjaga kebersamaan lintas suku di tanah Banua.

Dalam perbincangan, Didit menekankan bahwa semangat Hari Pahlawan harus menjadi energi untuk memperkuat persatuan etnis yang ada di Kalimantan Selatan. Para pahlawan kita dulu tidak berjuang untuk sukunya masing-masing, tapi untuk kemerdekaan bangsa.

"Nilai itu yang harus terus kita hidupkan dalam IKASBA — bahwa kebersamaan dan toleransi adalah wujud perjuangan masa kini,” ujar Didit. Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam meneruskan semangat kebangsaan di tengah keberagaman budaya Banua.

Sementara itu, Rahmad Basuki menyoroti perlunya inovasi dalam menghadirkan kembali semangat lintas suku di kegiatan IKASBA. Ia mengusulkan agar siaran budaya tidak hanya dilakukan di studio, tetapi juga direkam dari kegiatan lapangan untuk menghadirkan keragaman nyata.

“Kalau dulu setiap minggu suku-suku bergiliran tampil, sekarang semangat itu harus kita hidupkan kembali. Mungkin bisa lewat tapping atau jadwal bergilir, agar semua etnis punya ruang berbicara dan memperkenalkan budayanya,” ungkap Pa Bas, memberi semangat untuk memperluas kolaborasi.

Sosok Acil Ratu, satu-satunya perwakilan perempuan di forum tersebut, turut menyuarakan pentingnya peran kaum wanita dan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan antar-etnis. “Saya selalu siap bila ada kegiatan yang mempererat hubungan antar-suku," ucapnya.

Ratu juga mengatakan pentingnya diberi ruang dan kepercayaan, terutama bagi perempuan dan anak muda, agar bisa ikut menampilkan budaya masing-masing. Dari situ muncul semangat baru dan warna baru bagi IKASBA.

Siaran ini juga menghadirkan interaksi dengan pendengar dari berbagai daerah yang turut memberikan pandangan tentang pentingnya mengenal para pahlawan lokal. Salah satunya, Pak Amrullah dari Beruntung Jaya, yang menyarankan agar IKASBA lebih sering menampilkan sosok-sosok pahlawan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan sebagai inspirasi lintas etnis.

Di akhir siaran, ketiga narasumber sepakat bahwa momentum Hari Pahlawan bukan hanya untuk mengenang jasa para pejuang, melainkan untuk memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan. Seperti disampaikan Didit, “IKASBA harus terus menjadi wadah yang mempersatukan perbedaan menjadi kekuatan. Karena di atas semua suku, kita adalah satu bangsa, bangsa Indonesia.

Dengan semangat Indonesiaisme yang menggema, Ragam Budaya Pro4 RRI Banjarmasin kembali menegaskan perannya sebagai media perekat keberagaman dan penjaga nilai kebangsaan di Banua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....