Semangat Sumpah Pemuda dalam Gerak Pemuda Kalimantan Kini
- 01 Nov 2025 12:05 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Siaran Pandiran Baisukan Pro4 RRI Banjarmasin, Kamis, (30/10 2025), hadir dalam Madihin Bahabar (MABAR). Tema yang diangkat “Sumpah Pemuda dan Relevansinya untuk Pemuda Kalimantan Sekarang”.
Dua host muda pemadihin milenial Arief dan Syahril, membuka dengan Madihin khas Banjar penuh semangat dan tawa. Suasana akrab nan kocak itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pendengar Pro 4 RRI Banjarmasin.
Dalam perbincangan, Nada Karmila menjelaskan bahwa Dewan Pemuda Kalimantan lahir dari hasil kegiatan Aruh Pemuda Kalimantan yang diinisiasi oleh BASA Kalimantan Wiki. Ini adalah sebuah platform digital berbasis bahasa dan budaya Banjar.
“Kami bukan hanya membuka ruang diskusi, tapi juga menjembatani ide dan aspirasi pemuda untuk ditindaklanjuti oleh pembuat kebijakan. Jadi, suara pemuda Kalimantan benar-benar bisa terdengar dan diwujudkan,” kata Nada, Ketua Dewan Pemuda Kalimantan, dan seorang akademisi muda dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Menurutnya, Dewan Pemuda Kalimantan memiliki empat isu prioritas yang menjadi fokus kerja hingga 2026. Prioriytas itu, yakni partisipasi dan kepemimpinan, kelompok NEET (Not in Education, Employment, or Training), kesehatan mental, serta pernikahan usia dini.
“Empat isu ini menjadi arah perjuangan kami karena semuanya dekat dengan realitas sosial pemuda Kalimantan. Kami ingin agar gerakan pemuda tidak berhenti di diskusi, tetapi melahirkan aksi nyata di lapangan,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah agar suara pemuda dari Hulu Sungai hingga Tanah Bumbu dapat tersampaikan. Nada juga memaknai Sumpah Pemuda sebagai simbol persatuan lintas daerah dan semangat kolaborasi tanpa batas.
“Dulu, pemuda tahun 1928 bisa bersatu tanpa media sosial, tanpa teknologi canggih, tapi punya semangat dan niat yang sama. Kita, dengan segala kemudahan zaman digital ini, seharusnya bisa lebih kompak dan produktif. Relevansi Sumpah Pemuda hari ini adalah bagaimana kita tetap bersatu menjaga bangsa, terutama dari ancaman disintegrasi dan kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Nada menambahkan, semangat Sumpah Pemuda saat ini dapat diterjemahkan melalui langkah-langkah kecil yang berdampak besar. Seperti halnya menjaga alam, menghargai keberagaman, dan memperkuat identitas daerah tanpa kehilangan rasa nasionalisme.
“Kalau dulu kita melawan penjajah, sekarang tantangannya berbeda: menjaga bumi, melestarikan budaya, dan memperjuangkan keadilan sosial. Pemuda harus sadar, semangat persatuan bukan berarti menghapus perbedaan, tapi merayakan keberagaman yang menyatukan,” ucap Nada.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....