Semangat Proklamasi 17 Mei Perkuat Persatuan Banua

  • 14 Mei 2026 20:49 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Semangat persatuan dan kebangsaan menjadi pesan utama dalam acara Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin bersama Ikatan Antar Suku Bangsa (IKASBA), Senin, 11 Mei 2026. Dialog tersebut mengangkat tema “Memaknai Peringatan Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Kalimantan Tanggal 17 Mei 1949”.

Acara menghadirkan sejumlah tokoh lintas suku dan pegiat sejarah. Di antaranya Aliansyah Mahadi selaku Ketua Kerukunan Keluarga Banjar dan Rahmat Basuki dari Kerukunan Keluarga Jawa Tengah.

Selain itu, hadir pula Dr. Masrani Noor, S.E., M.M., dari Kerukunan Keluarga Madura, serta Drs. Wajidi, M.Pd., dari DHD 45 Kalimantan Selatan. Para narasumber menegaskan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Selatan lahir dari kebersamaan berbagai etnis dan masyarakat Banua.

Aliansyah Mahadi menyampaikan bahwa peringatan 17 Mei harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan antarwarga. Menurutnya, semangat perjuangan para pejuang terdahulu perlu diterjemahkan dalam bentuk menjaga toleransi dan persatuan sosial.

“Perjuangan Hasan Basry dan rakyat Kalimantan menunjukkan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan besar. Terutama dalam mempertahankan republik,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmat Basuki menilai nilai gotong royong yang tumbuh sejak masa perjuangan masih sangat relevan hingga saat ini. Ia menyebut kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan yang harmonis menjadi bukti bahwa kerukunan antar suku mampu menjaga stabilitas sosial.

Dr. Masrani Noor juga menekankan pentingnya nasionalisme di tengah masyarakat multikultural. Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan menjaga persatuan bangsa dari berbagai ancaman perpecahan sosial.

Di sisi lain, Drs. Wajidi, M.Pd., menjelaskan bahwa Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Kalimantan pada 17 Mei 1949 merupakan penegasan bahwa Kalimantan tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menilai generasi muda perlu lebih mengenal sejarah lokal agar tidak kehilangan identitas kebangsaan.

Nilai perjuangan 17 Mei diharapkan terus diwariskan sebagai semangat kebersamaan lintas budaya dan penguat persatuan masyarakat Banua. Semangat tersebut dinilai penting untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....