Seiring Waktu, KAI Service Kereta Makan juga Berubah

  • 04 Okt 2026 06:24 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Hampir satu abad setelah restoran kereta api mulai dikenal pada era 1930-an, kereta makan tetap menjadi bagian dari perjalanan KA Jarak Jauh. Hal itu cukup popular di lapangan pelancong.

Namun, kereta makan yang ditemui pelanggan saat ini berasal dari berbagai generasi sarana. KAI masih mengoperasikan kereta makan eksisting, melakukan peningkatan terhadap kereta makan melalui program modifikasi, serta secara bertahap menerima kereta makan baru sebagai bagian dari program regenerasi sarana.

"Secara fungsi, kereta makan dilengkapi dapur dan ruang saji untuk mendukung penyediaan makanan dan minuman selama perjalanan. Pada sejumlah kereta makan tersedia pula tempat duduk yang memungkinkan pelanggan menikmati makanan dan minuman sembari perjalanan berlangsung," ungkap VP Corporate Communication KAI, Anne Purba kepada RRI, Sabtu 3 Oktober 2026.

Lalu Modernisasi salah satunya dilakukan melalui kemampuan internal KAI di Balai Yasa Tegal. Itu Perubahan signifikan.

Sepanjang 2024–2025, sebanyak 17 Kereta Makan M1 selesai dimodifikasi, terdiri atas empat unit pada 2024 dan 13 unit pada 2025. Seluruhnya kemudian digunakan kembali untuk mendukung operasional sejumlah perjalanan KA Jarak Jauh.

Program tersebut berlanjut pada 2026. Itu dengan 10 Kereta Makan M1 yang masuk program modifikasi.

Pekerjaan menyentuh berbagai bagian sarana, mulai dari pemeriksaan rangka dasar, sistem roda, pengereman dan kelistrikan hingga peningkatan pencahayaan, tata ruang serta fasilitas bagi pelanggan. Setiap sarana kemudian melewati pemeriksaan kualitas dan pengujian fungsi sebelum kembali digunakan.

Hasil modifikasi tersebut bahkan telah melayani perjalanan di luar Jawa. Salah satunya digunakan pada KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau PP di Sumatra Selatan.

“Modernisasi tidak selalu berarti mengganti sarana lama dengan yang baru. KAI juga meningkatkan sarana yang masih laik melalui program modifikasi. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan melalui regenerasi sarana baru sekaligus optimalisasi kereta eksisting,” ujar Anne.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....