Pengelola Florawisata D'Castello, Keluhkan Penurunan Angka Kunjungan Wisatawan

  • 05 Apr 2026 13:34 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Paska libur Lebaran 1447 Hijriah-2026 Masehi, banyak pengelola destinasi wisata di Kabupaten Subang, yang mengeluhkan penurunan angka kunjungan wisatawan. Maka dari itu mereka meminta Pemerintah Kabupaten Subang, mencari solusi, agar sektor kepariwisataan di Kabupaten Subang kembali bergeliat.

Hla itu disampaikan Bagian Administrasi dan Lapangan Florawisata D'Castello Tri Santa Sitepu kepada RRI di Subang, Minggu, 4 April 2026. Karena dengan bergeliatnya sektor kepariwisataan, akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah (PAD), yang masuk ke kas Daerah.

Kerena menurutnya, selama ini, keterlibatan Pemkab Subang dalam upaya meningkatkan kembali kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata, belum begitu terlihat secara riil. Misalnya upaya meningkatkan kepariwisataan ini dari sisi konten, dari sisi kebudayaan, dinilai Tri Santa Sitepu, sama sekali kurang, bukannya tidak ada.

"Secara dukungan teknis sih ada, tapi untuk dukungan yang rillnya kira anggap kurang," ungkap Tri Santa Sitepu.

Yang dibutuhkan para pengelola destinasi wisata saat ini, kata ia, bagaimana kunjungan wisata itu naik, yaitu pemerintah memperbanyak event-event yang digelar di kawasan wisata, jangan hanya di gelar di pusat-pusat kota, seperti Subang Fest, yang selama ini sering du gelar di Alun-alun Kabupaten Subang. Bagaimana jika di gelar di salah satu destinasi wisata, yang dilakukan secara bergilir., sehingga diyakini, akan menyedot kunjungan wisata mandalawangi lokal, atau domestik, bahkan mancanegara.

"Apabila pemerintah memperbanyak eventnya penting, seperti live musik, event olahraga, dan sebagainya di secara bergiliran di salah satu destinasi wisata, saya pastikan, tingkat kunjungan wisatawan akan kembali bergeliat, termasuk bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM," tegasnya.

Sementara itu, inovasi dan kreativitas para pengelola destinasi wisata melalui bagian marketing, salah satunya pengembangan wahana wisata agar menarik minat pengunjung, tentunya bertolak belakang dengan kebijakan gubernur, yang melarang pembangunan, dan hanya memanfaatkan wahana yang sudah ada. Karena yang namanya destinasi wisata, harus ada pengembangan, melalui pembangunan wahana wisata baru, sehingga para pengunjung tidak bosan, dan untuk membangun pemerintah tidak memberikan ijin.

"Untuk saat ini dengan Pergub yang sudah ada, kami tidak diijinkan untuk membangun, di sisi lain larangan studi tour anak sekolah masih diberlakukan, salah satu upaya kita untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, dan memberikan kontribusi PAD ke kas daerah, sangat kesulitan, termasuk untuk operasional dan menggaji para karyawan. Tetapi di sisi lain kami mau mengembangkan, atau membangun wahana wisata yang baru tidak diijinkan," tandas dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....