Gunakan E-Tiketing, Pengelola Wisata : Minimalisir "Kenakalan" Petugas

  • 24 Feb 2026 14:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Kepala Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Objek Wisata Situ Bagendit, Banyuresmi, Kabupaten Garut, Wawan Kulnaedin membenarkan, tiket masuk ke objek wisata setempat sudah menggunakan sistem e-tiketing. "Memang betul sistem pemasukan retribusi tiket tarif masuk jadi lebih tersetruktur, dan juga mengurangi brban kerja karena sudah terintegrasi, berbeda ketika menggunakan sistem manual beban kerjanya bertambah karena harus melakukan rekapitulasi jumlah tiket masuk yang dikeluarkan,"katanya, di Garut, Selasa, 24 Febuari 2026.

Ia menyampaikan, namun demikian bukan tanpa masalah, secara tehnis dilapangan kendala yang dihadapi menggunakan e-tiketing ini diantaranya perangkat sering mengalami gangguan tehnis, seperti mesin error, mati listrik dan juga sistem jaringan yang tidak stabil."Ketika mesin e-tiketting tidak bisa dipergunakan, jadi kembali lagi ke sistem manual,"katanya.

Ia mengatakan, penggunaan e-tiketting ini masih dalam tahap uji coba belum sepenuhnya efektif, sehingga masih banyak yang harus dievaluasi terutama dari berbagai kendala yang dihadapi. "Kami akan terus berupaya melakukan perbaikan pelayanan baik secara elektronik maupun sistem manual,"ujarnya.

Ia berharap, dengan sistem e-tiketting ini,target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa tercapai, karena disinyalir dengan sistem tiket masuk modernisasi tersebut bisa menekan tingkat kebocoran pendapatan."Ya mudah-mudahan target PAD tahun 2026 ini bisa tercapai, karena objek wisata yang kami kelola ini merupakan salah satu objek wisata yang diandalkan untuk mendongkrak pendapatan PAD,"katanya.

Ia mengatakan, untuk target PAD 2026 ini masih sama dengan target PAD tahun sebelumnya, yaitu dikisaran 1,2 miliar rupiah lebih.Guna menarik wisatawan lebih banyak lagi menurutnya perlu ada tambahan fasilitas penunjang.

"Selain itu juga perlu tambahan biaya operasional untuk pemeliharaan danau atau situ dari maraknya gulma eceng gondok atau teratai yang kerap menutupi hamparan situ bagendit yang memiliki luasan hampir 80 hektar,"ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....