Target PAD Sektor Wisata di Garut Naik 15 Persen

  • 24 Feb 2026 14:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) terus berupaya melakukan pemetaan strategi guna menggenjot target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika mengatakan, banyak pertimbangan tehnis institusinya selama ini tidak pernah mencapai target PAD.

"Rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat dalam situasi saat ini diduga menjadi salah satu indikator sepinya minat pengunjung untuk berwisata. Jika diakumulasikan tingkat kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun ini mengalami penurunan sehingga hal itu cukup berpengaruh terhadap capaian target PAD," ujarnya, Selasa, 24 Febuari 2026.

Ia menyampaikan, hasil evaluasi pendapatan PAD di tahun lalu hanya tercapai 71 persen dari 2,2 miliar rupiah yang ditargetkan pemerintah. "Banyak faktor tehnis yang menyebabkan tidak tercapaiannya target PAD dari sejumlah objek wisata yang kami kelola," katanya.

Ia mengatakan, untuk target PAD di tahun 2026 ini, naik sekitar 15 persen menjadi 2,8 miliar rupiah dari 2,2 miliar rupiah dari tahun sebelumnya. "Kami mencoba untuk melakukan berbagai pemetaan strategi agar target PAD tahun ini bisa tercapai," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencoba melakukan berbagai analisis strategi. Ada beberapa opsi analisis yang sedang dikaji diantaranya melalui peningkatan PAD atau mendorong peningakatan Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB).

"Ada beberapa opsi analisis yang bisa diimplementasikan untuk mendongkak pendapatan PAD tersebut,"katanya.

Ia menyampaikan, perbaikan sistem tiketing dari manual menjadi tiketing sistem elektronik (e-tiketing) juga dinilai menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk menggenjot PAD dari sektor pariwisata. "Dikarenakan komposisi anggaran APBD untuk pariwisata terbatas, maka harus mencari alternatif lain guna memenuhi capaian target PAD dan juga untuk penambahan sarana prasarana yang selama ini menjadi keluhan pengelola dan wisatawan." bebernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....