Menuai Komplik, Pemkab Evaluasi Petugas Tiketing Wisata Santolo
- 24 Feb 2026 13:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut melalui Bupati Sakur Amin menyoroti sistem tiketing yang dikelola oleh petugas dari masyarakat di Objek Wisata Santolo Garut banyak menuai persoalan. Hal itu disampaikanya dalam dialog terbuka dengan warga Desa Pamalayan guna membahas berbagai permasalahan di kawasan wisata Pantai Santolo Garut, Selasa, 24 Febuari 2026.
Ia menyampaikan, pengelolaan tiket masuk ke objek wisata Santolo, dan sejumlah objek wisata pantai lainnya di Garut Selatan telah menyalahi prosedur dan banyak menuai konflik."Bahkan sempat viral beberapa kasus konflik antara petugas dengan warga atau pengunjung beberapa waktu lalu,"katanya.
Pihaknya berjanji akan segera melakukan langkah konkret untuk membenahi manajemen di lapangan."Kami akan segera benahi dan mengambil langkah langkah kongkrit untuk pengelolaan tiketing ini yang tentunya merujuk pada ketentuan atau aturan yang berlaku,"katanya.
Selain itu, pihaknya akan melakukan evaluasi yang menyeluruh terkait keberadaan petugas tiketing khususnya yang dikelola oleh masyarakat atau oleh petugas dari Pariwisata.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait keberadaan petugas ticketing tersebut. Harus ada langkah nyata ke depan supaya kondusivitas wilayah tetap terjaga," tegasnya.
Ia mengatakan, pihaknya mendukung keinginan warga Desa Pamalayan yang berniat ingin memperbaiki dan memajukan objek Wisata Pantai Santolo dan Sayangheulang."Jika dikelola dengan baik kami tentunya mendukung apa yang menjadi keinginan warga yang ingin memajukan pantai santolo, asalkan warga dan pengelola dan pemerintah bisa bekerjasama dengan baik,"ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya optimis objek wisata pantai di Garut Selatan ini bisa berkembang dengan baik dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan jika pengelolaannya sesuai prosedur."Multi player effect dari pantai santolo ini kan cukup berdampak besar bagi masyarakat sekitar secara ekonomi jika dikelola dengan baik,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....