E-Ticketing, Pengelola Wisata : Kurangi Beban Kerja

  • 28 Jan 2026 15:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Kepala Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Objek Wisata Situ Bagendit, Banyuresmi, Kabupaten Garut, Wawan Kulnaedin membenarkan, tiket masuk ke objek wisata setempat sudah menggunakan sistem e-ticketing.

"Memang betul sistem pemasukan retribusi tiket tarif masuk jadi lebih terstruktur, dan juga mengurangi brban kerja karena sudah terintegrasi. Berbeda ketika menggunakan sistem manual beban kerjanya bertambah karena harus melakukan rekapitulasi jumlah tiket masuk yang dikeluarkan,"katanya, di Garut, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menyampaikan, namun demikian bukan tanpa masalah, secara teknis di lapangkan kendala yang dihadapi menggunakan e-ticketing ini diantaranya perangkat sering mengalami gangguan teknis, seperti mesin eror, mati listrik dan juga sistem jaringan yang tidak stabil."Ketika mesin e-ticketing tidak bisa dipergunakan, jadi kembali lagi ke sistem manual,"katanya.

Ia mengatakan, penggunaan e-ticketing ini masih dalam tahap uji coba belum sepenuhnya efektif, sehingga masih banyak yang harus dievaluasi terutama dari berbagai kendala yang dihadapi. "Kami akan terus berupaya melakukan perbaikan pelayanan baik secara elektronik maupun sistem manual,"ujarnya.


Baca juga:Larangan Bawa Makanan ke Area D'Castello Dikeluhkan Wisatawan


 Ia berharap, dengan sistem e-ticketing ini, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa tercapai, karena disinyalir dengan sistem tiket masuk modernisasi tersebut bisa menekan tingkat kebocoran pendapatan."Ya mudah-mudahan target PAD tahun 2026 ini bisa tercapai, karena objek wisata yang kami kelola ini merupakan salah satu objek wisata yang diandalkan untuk mendongkrak pendapatan PAD,"katanya.

Ia mengatakan, untuk target PAD 2026 ini masih sama dengan target PAD tahun sebelumnya, yaitu sekitar Rp.1,2 miliar lebih. Guna menarik wisatawan lebih banyak lagi menurutnya perlu ada tambahan fasilitas penunjang.

"Selain itu juga perlu tambahan biaya operasional  untuk pemeliharaan danau atau situ dari maraknya gulma eceng gondok atau teratai yang kerap menutupi hamparan Situ Bageundit yang memiliki luasan hampir 80 hektar,"ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....