Gemerlap Pawai Kendaraan Hias Bandung 2025
- 25 Okt 2025 21:20 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Ribuan warga Bandung tumpah ruah di sepanjang jalan utama Kota Bandung untuk menyaksikan Pawai Kendaraan Hias 2025 yang digelar Pemerintah Kota Bandung, Sabtu (25/10/2025) malam.
Sebanyak 62 kendaraan hias tampil memukau dengan desain ikonik yang mencerminkan ciri khas dari setiap kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bandung.
Pawai dimulai dari Balai Kota Bandung dan berakhir di Lapangan Tegallega, menjadi tontonan spektakuler yang memadukan unsur seni, budaya, dan kreativitas warga Bandung. Sejak sore hari, masyarakat sudah memadati ruas jalan yang dilalui konvoi kendaraan hias dari Jalan Wastukencana, Jalan Aceh, Jalan Merdeka, hingga melewati kawasan legendaris Braga dan Suniaraja, lalu berakhir di Jalan Otto Iskandardinata (Otista) menuju Tegallega.
Baca juga:Event Besar Kota, Dongkrak Hunian Capai 90 Persen
Sepanjang rute, antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Warga dari berbagai usia tampak mengabadikan momen dengan ponsel mereka, berfoto dan berswafoto di tengah kemeriahan cahaya lampu yang menghiasi malam Bandung.
“Kan kalau karnaval Jawa Barat kemarin sudah bagus banget, begitu juga karnaval Asia Afrika. Nah, yang sekarang ini berbeda karena dilakukan malam hari. Setelah hujan reda, udara sejuk, dan cahaya di mana-mana. Ini menunjukkan bahwa Bandung siap menyemburatkan cahaya alias sumirat,” ujar Wali Kota Bandung, M. Farhan, saat membuka pawai di Balai Kota Bandung, sabtu(25/10/2025).
Farhan hadir didampingi Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD. Ia menambahkan, pawai malam ini menjadi bentuk ekspresi warga Bandung dalam menampilkan kreativitas dan kebanggaan terhadap kotanya.
“Setiap wilayah dan setiap OPD diwajibkan membuat replika landmark atau ide-ide khas Kota Bandung. Ada yang menampilkan miniatur Gedung Merdeka, Museum Geologi, hingga Gedung Bank Indonesia lama. Semua menunjukkan betapa kayanya identitas visual dan sejarah Bandung,” katanya.
Tak hanya sekadar membuka acara, Farhan juga ikut memeriahkan pawai dengan cara unik menaiki mobil pemadam kebakaran. Sambil tersenyum, ia mengaku mobil tersebut dipilih karena dianggap paling mencerminkan semangat siaga dan dinamis Kota Bandung.
“Saya mikir, kalau pimpin di depan harus naik mobil apa, ya ini saja, mobil pemadam. Sekalian sudah dapat izin buat bunyikan ‘ninu-ninu’. Supaya tambah semangat suasananya,” candanya disambut tawa warga.
Pawai kendaraan hias ini tidak hanya menampilkan kendaraan penuh lampu warna-warni, tetapi juga menggambarkan keragaman budaya dan kreativitas masyarakat Bandung. Banyak kendaraan dihiasi dengan ornamen bambu, replika bangunan bersejarah, hingga tokoh-tokoh budaya Sunda.
Salah satu peserta pawai, Mira, kader PPK dari Kecamatan Antapani Kidul, mengaku bangga bisa ikut serta dalam acara tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi hiburan tahunan yang dinanti masyarakat.
“Setahun sekali hiburan gratis buat warga. Jarang-jarang ada acara seperti ini. Kreativitas masyarakat dan instansi benar-benar keren. Kami dari Antapani menampilkan replika Gedung Panti Karya Baru, ternyata setelah dicari tahu memang masuk bangunan cagar budaya di Bandung,” ucapnya.
Kemeriahan acara ini membuat suasana Bandung pada Sabtu malam semakin hidup. Lampu-lampu hias kendaraan berpadu dengan cahaya kota, menciptakan panorama malam yang memukau. Banyak pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati pawai sambil kulineran di sepanjang jalan.
Dinas Perhubungan Kota Bandung menurunkan 42 petugas lalu lintas untuk mengatur jalannya pawai dan pengalihan arus kendaraan. Beberapa ruas jalan, seperti Jalan Braga dan Jalan Otista, sempat mengalami penutupan sementara selama iring-iringan berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....